Beranda Sriwijaya FC Bariyadi Tidak Setuju Pemprov Beli Saham PT. SOM

Bariyadi Tidak Setuju Pemprov Beli Saham PT. SOM

733
0
Mantan Manager Sriwijaya FC, Bariyadi (gambar : indosport.com)
Mantan Manager Sriwijaya FC, Bariyadi (gambar : indosport.com)

PALEMBANG — Mantan Manager Sriwijaya FC di era kepemimpinan Syahrial Oesman sebagai Ketua Umum, akhirnya bersuara terkait permasalahan saham yang melanda klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) itu. Dia tidak setuju, kalau Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel harus kembali membeli saham yang terdapat di PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (PT. SOM).

“Saya akan protes, karena yang pertama kali membeli dan medatangkan Sriwijaya FC ke Sumsel adalah Pemprov atas persetujuan DPRD Sumsel. Tidak mungkin pemprov harus membeli untuk kedua kalinya, saham Sriwijaya FC. Apalagi dengan harga puluhan miliar, seperti yang ramai dibacarakan saat ini.” ungkapnya, seperti dikutip dari radar-palembang.com.

Dia menambahkan, memang benar pengelola Liga Indonesia menginginkan agar peserta, memiliki badan hukum. Sehingga, didirikanlah PT. SOM dengan saham terbanyak dimiliki Muddai Madang dan pada akhirnya, keputusan untuk ikut atau tidak dalam sebuah kompetisi dan di jual atau tidak saham Sriwijaya FC, tergantung dari pemilik saham terbanyak.

“Jika dijual dengan harga puluhan miliar ke Pemprov dengan kondisi harus bermain di Liga 2, saya sarankan pemprov, dalam hal ini Gubernur sumsel, Bapal Herman Deru, tidak perlu pusing memikirkan Sriwijaya FC lagi. Lebih baik fokus memikirkan cabang olahraga (Cabor) lain. Kecuali, pemilik saham mengembalikan pada pemprov, tanpa syarat apapun.” katanya.

Bariyadi berpendapat, saat ini sudah masanya Pemprov melalui KONI Sumsel, harus menghidupkan cabor-cabor lain dalam upaya melahirkan atlet-atlet lokal yang akan berlaga di PON atau Kejuaraan Nasional untuk lebih mengharumkan nama Sumsel di pentas nasional atau internasional.

“Ke depan, untuk mendapatkan prestasi, Sumsel tidak harus mendatangkan atlet-atlet sari daerah lain. Tapi atlet-atlet lokal binaan KONI Sumsel.” tegasnya.

Dalam menciptakan atlet sepak bola yang handal, Dia menyarankan agar KONI Sumsel bisa kerja sama dengan PSSI, Diknas, Dispora, dan pihak lainnya untuk mengagendakan kejuaraan sepak bola usia 16, 19, dan 23 tahun, serta umum.

“Bisa dilakukan per wilayah, selama satu tahun. Semi final dan final, dapat digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. Ini tentu lebih menggelorakan olahraga sepak bola di Sumsel.” tuturnya. (ohs/radar-palembang.com)

#

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here