Selasa , 16 Juli 2019
Home / Daerah / Gelar Sidak, Wakil Walikota Palembang Temui Tahu Berformalin

Gelar Sidak, Wakil Walikota Palembang Temui Tahu Berformalin


Sumsel Maju Untuk Semua
Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda (foto : detiksumsel.com)
Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda (foto : detiksumsel.com)

 

InilahSumsel.com, Palembang — Pemerintah Kota Palembang sangat berkomitmen dalam memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat, dalam mendapatkan menu buka puasa.

Komitmen tersebut ditunjukkan dengan Inspeksi Mendadak (Sidak) yang dilakukan oleh Wakil Walikota (Wawako) Palembang ke Sentra Industri Pempek, di Pasar 26 Ilir Palembang, hari Kamis tanggal 23 Mei 2019.

Dalam Sidak yang dilakukan bersama dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPPOM) Kota Palembang itu, Wawako masih mendapatkan pedagang nakal yang menjual dagangannya yang mengandung formalin.

“Dari 11 sampel yang telah diambil serta diteliti pihak BPPOM, sebanyak 4 sampel dinilai positif mengandung formalin. Semuanya adalah tahu yang berada dalam satu kemasan, pada rujak mie.” ujar Fitrianti Agustinda, Wawako Palembang, seperti dikutip dari detiksumsel.com.

Dia juga mengungkapkan, pihaknya juga telah meminta pengakuan secara jujur dari pedagang, terkait dengan tahu yang mengandung bahan berbahaya tersebut.

“Sejumlah pedagang mengaku, kadang tahu yang mereka terima dari produsen, tidak mengandung formalin, tetapi kadang juga mengandung formalin. Berarti, yang berformalin adalah tahu yang tidak habis dijual.” tutur Fitri, sapaan akrabnya.

Menindaklanjuti temuan ini, Fitri menegaskan bahwa terdapat konsekuensi yang harus diterima oleh produsen tahu, apabila menggunakan pengawet ke dalam tahu.

“Sampel kita amankan, agar tidak di konsumsi masyarakat umum. Kita bisa lihat sendiri, keberadaan tahu berformalin saat ini, sudah jarang ditemukan. Artinya, produsen tahu sudah mengetahui akan konsekuensi yang diterima, jika terbukti menggunakan pengawet ke dalam tahu.” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BPPOM Palembang, Hardiningsi, menjelaskan bahwa dari beberapa bulan sidak yang dilakukan, memang masih terdapat produsen tahu yang nakal karena menggunakan formalin. Pihaknya pun terus berusaha agar penggunaan formalin sebagai bahan tahu, bisa ditekan sekecil-kecilnya dan mengundang ahli untuk mengenalkan pengawet lain yang bisa digunakan secara aman.

“Seperti yang di Jakabaring, saat ini sedang menjalani proses pengadilan. Ada juga, sembilan lainnya yang saat ini telah kita amankan. Sebenarnya, ada pengawet lain yang bisa digunakan secara aman. Nama pengawetnya Palata, terbuat dari kulit buah pisang yang kemudian di ekstrak. Setelah di uji, tahu dengan palata, tahan 2-3 hari saja.” tutupnya. (ohs)



About Redaksi InilahSumsel.com

Redaksi InilahSumsel.com
Situs berita online rujukan masyarakat Sumatera Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *