Beranda Politik Herman Deru : “Jangan Rusak Keutuhan dengan Perbedaan”

Herman Deru : “Jangan Rusak Keutuhan dengan Perbedaan”

127
0
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H. Herman Deru, didampingi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, menghadiri acara ramah tamah bersama tokoh-tokoh Sumsel di Hotel Grand Zuri, Palembang, hari Selasa tanggal 26 Maret 2019. (foto : humas pemprov sumsel)
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H. Herman Deru, didampingi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, menghadiri acara ramah tamah bersama tokoh-tokoh Sumsel di Hotel Grand Zuri, Palembang, hari Selasa tanggal 26 Maret 2019. (foto : humas pemprov sumsel)

PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H. Herman Deru, didampingi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, menghadiri acara ramah tamah bersama tokoh-tokoh Sumsel di Hotel Grand Zuri, Palembang, hari Selasa tanggal 26 Maret 2019.

Menjelang pelaksanaan Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang tinggal hitungan hari, H. Herman Deru mengaku sangat mengharapkan peran dari para tokoh ini untuk menjaga kondusifitas di Sumsel.

“Saat ini, informasi sudah sangat tidak terbendung lagi, terutama di media sosial. Untuk masyarakat awam, semua yang tersaji ini bisa saja dianggap benar. Makanya, perlu informasi pembanding dan disinilah peran para tokoh Sumsel untuk menjelaskan dan menyaring, mana yang benar dan mana yang tidak.” jelas H. Herman Deru.

Informasi, kata H. Herman Deru, saat ini mudah diakses dari segala sumber. Sangat berbeda dengan zaman dahulu, karena untuk mendapatkan informasi, terutama orang di desa, harus menunggu 3 hari setelah koran terbit.

“Sekarang ini, semua orang bisa membuat media online dengan mudah. Ada juga media sosial yang setiap hari menyajikan berita-berita. Informasi ini yang harus disaring.” tambahnya.

Mengutip pernyataan Mahatir pada Februari lalu, H. Herman Deru mengatakan bahwa demokrasi bukanlah sebuah sistem yang sempurna, tetapi ini adalah yang terbaik saat ini. Karena itu, demokrasi mestinya disikapi dengan happy.

“Sistem kerajaan Arab terpecah, begitu juga Suriah. Jadi, demokrasi inilah yang terbaik. Makanya, saya punya pandangan bahwa kita harus sepakati keutuhan. Tidak boleh rusak oleh berbeda pilihan, suku, mahzab, atau agama dan lainnya. Kita harus sepakati itu.” jelasnya.

Tidak bisa dipungkiri, lanjut H. Herman Deru, politik adalah alat membangun bangsa untuk menuju kesejahteraan. Meskipun dalam perjalanannya, politik kerap membuat sebagian orang menjadi alergi. “Politik kerap diartikan negatif, jadi sebagian orang alergi. Padahal, ini alat untuk membangun bangsa.” jelasnya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel mengatakan, sebentar lagi Indonesia akan mencatat sejarah melakukan Pilpres dan Pileg dalam waktu yang bersamaan.

“Ini akan menjadi perhatian banyak orang. Makanya, saya harap semua berjalan baik, tentram, dan damai. Semoga, ini menghasilkan pemimpin yang baik. Ajang ini bukan untuk membenturkan satu pihak dengan lainnya. Tapi kita mencari pemimpin yang bisa melanjutkan pembangunan Indonesia.” kata Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Kapolda Sumsel.

Sementara itu, Ketua Panitia Ramah Tamah, Ahmad Marzuki, menjelaskan bahwa acara tersebut bertujuan menjalin silaturahmi dan komunikasi antara Suku, Agama, Etnis, dan Politik beserta Forkompinda untuk menjaga harmonisasi pembangunan Sumsel ke depan.

“Sumsel sudah ada brand zero konflik, ini harus sampai ke anak cucu. 17 April nanti ada Pileg dan Pilpres. Kita berdo’a, semoga tanggal tersebut kita lalui dengan baik untuk mendapatkan pemimpin yang baik.” tutupnya. (ril/ohs)

#

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here