Home / Sumsel Maju / Herman Deru Janjikan Pendidikan Merata di Sumsel
Gubernur Sumsel, Herman Deru, berdialog dengan demonstran pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Kamis tanggal 02 Mei 2019 (foto : Humas Pemprov Sumsel)
Gubernur Sumsel, Herman Deru, berdialog dengan demonstran pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Kamis tanggal 02 Mei 2019 (foto : Humas Pemprov Sumsel)

Herman Deru Janjikan Pendidikan Merata di Sumsel

Sumsel Maju Untuk Semua

InilahSumsel.com, PALEMBANG — Masih menggunakan setelan jas lengkap, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, bertemu dengan puluhan pendemo yang mendatangi Kantor Gubernur Sumsel pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), hari Kamis tanggal 2 Mei 2019.

Selain menuntut penghapusan Uang Kuliah Tunggal (UKT), massa yang mengatasnamakan sebagai Cipayung Plus Kota Palembang (LHMND, HMI, PMKRI, GMKI, PMII, KMHDI) ini, juga menuntut pemerintah untuk mewujudkan pendidikan gratis secara menyeluruh di Sumsel.

Terkait tuntutan tersebut, Herman Deru menjelaskan bahwa, pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel telah melakukan berbagai upaya untuk mempermudah pelajar atau mahasiswa agar mendapatkan pendidikan di Sumsel. Misalnya dengan mengeluarkan kebijakan diskon penggunaan Light Rail Transit dan jalan tol.

Begitu juga soal masalah kekurangan guru, menurutnya perlu diketahui bahwa saat ini pemerintah sudah melakukan pengangkatan secara bertahap. Hanya saja, dirinya mengakui bahwa memang jumlah guru yang pensiun lebih banyak dari yang diangkat.

“Dahulu kan ada pengangkatan guru besar-besaran. Nah, mereka ini sekarang semuanya masuk pensiun, sementara penggantinya diangkat bertahap.” kata Herman Deru.

Baca Juga  Pemprov Sumsel Alokasikan 779 Miliar Tanggulangi Kemiskinan

Sementara itu, terkait pendidikan gratis di Sumsel, juga berlaku untuk 437 SMA/SMK yang ada, kecuali 27 sekolah dengan layanan plus. Meski berbayar, tetap saja sekolah plus tersebut harus mengalokasikan beberapa persen untuk siswa yang tidak mampu agar dapat sekolah gratis.

“Ada 437 SMA/SMK, semua akan free. Tapi untuk sekolah dengan pelayanan plus di 27 SMA, mekanismenya kita serahkan ke pihak sekolah dan komite, tapi tetap diawasi Dinas Pendidikan. Saya anak guru, saya paham tentang ini. Saya juga tentu tidak sempurna, tetap butuh masukan. Makanya, saya terima kasih sekali atas masukan adik-adik sekalian yang datang kesini. Di masa kepemimpinan saya, akan saya pastikan pendidikan merata di seluruh Sumsel.” tegas Herman Deru di hadapan pendemo.

Koordinator Aksi, Edho Rizki, mengatakan, pendidikan adalah hal dan hak mendasar yang wajib diperhatikan negara. Karena salah satu aspek penting dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa adalah memastikan pendidikan bisa diakses oleh seluruh rakyat tanpa terkecuali.

“Tidak boleh seorang pun warga negara tercegat haknya menikmati pendidikan tinggi karena faktor biaya. Namun rupanya ini cuma mimpi yang tak berkesudahan, karena karena pada kenyataannya sampai saat ini negara kita belum sanggup mewujudkannya,” ujarnya.

Baca Juga  Hadiri Haul Ke 7 Alm KH M Zen Syukri, Gubernur Sumsel Ajak Hadirin Kirim Al Fatihah

Lanjut Edho, sejak kebijakan neoliberalisme merasuk ke dunia pendidikan, biaya pendidikan melonjak naik. Di sisi lain, daya beli masyarakat terus merosot. Kendati pemerintah mencoba mengatasi persoalan itu dengan menebar Kartu Indonesia Pintar (KIP), tetapi jangkauannya baru sekitar 18 juta anak.

“Kita diperkenalkan dengan sistem yang mengatur besaran tarif pendidikan setiap mahasiswa, disesuaikan dengan kemampuan orang tua atau pihak yang menanggung biaya pendidikannya. Alhasil, ada kelas atau pengelompokan tarif pendidikan untuk mahasiswa. Faktanya selain menciptakan kasta, UKT juga mendongkrak biaya pendidikan semakin mahal. Tidak heran, sistem tersebut banyak ditolak di berbagai perguruan tinggi di Indonesia,” ujarnya.

Untuk itu, kata Edho, mereka yang tergabung dalam Cipayung Plus, menuntut sejumlah hal. Yakni meminta pemerintah mencabut regulasi pro neolib, yakni Undang-Undang No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dan Undang-Undang Nomor 12 Tentang Pendidikan Tinggi. Kemudian mewujudkan pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis.



Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Redaksi InilahSumsel.com

Redaksi InilahSumsel.com
Situs berita online rujukan masyarakat Sumatera Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *