Beranda Pemerintahan Herman Deru Tidak Mau Jadi Gubernur Ketoprak

Herman Deru Tidak Mau Jadi Gubernur Ketoprak

218
0
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, melakukan kunjungan kerja ke Desa Karang Mulia Kecamatan Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim, hari Rabu tanggal 3 April 2019. (Foto : Humas Pemprov Sumsel)
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, melakukan kunjungan kerja ke Desa Karang Mulia Kecamatan Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim, hari Rabu tanggal 3 April 2019. (Foto : Humas Pemprov Sumsel)

MUARA ENIM — Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, terus memantapkan komitmennya untuk menjadi kepala daerah yang tidak berjarak dengan warga. Tidak mengherankan, sejak dilantik 1 Oktober 2018 yang lalu, dia terus melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) berkeliling daerah, menyerap langsung aspirasi masyarakat.

Hari Rabu siang tanggal 3 April 2019 misalnya, dia melakukan Kunker ke Desa Karang Mulia Kecamatan Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim. Selain bersilaturahim dengan warga setempat, kedatangannya ke desa itu juga sekaligus menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah yang digelar di halaman Yayasan Pendidikan Islam Abdul Rahman.

“Saya ini memang suka blusukan ke daerah-daerah. Bukan sekarang saja, dulu zaman menjadi Bupati OKU Timur, juga begitu. Makanya, sekarang sudah jadi Gubernur, saya tetap suka keliling bertemu masyarakat. Kadang ada rasa rindu, kangen. Obatnya gak ada, cuma ketemu.” jelasnya.

Menurut Herman Deru, sejak menjabat Bupati, dirinya memang ingin membuka benteng hubungan antara pejabat dengan masyarakat. “Gak akan ada gubernur, kalau tidak ada rakyat. Gubernur tidak ada rakyat, sama dengan gubernur ketoprak. Saya gak mau menjadi gubernur ketoprak.” ucapnya.

Dilanjutkan Bang HD, sapaan akrabnya, kebiasaan bersilaturahmi dengan masyarakat pun, baru-baru ini menjadi penilaian tersendiri dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Solo. Sampai-sampai, dia diundang khusus ke keraton untuk kedua kalinya guna mendapatkan gelar Kanjeng Raden Aryo Tumenggung Herman Deru Notonegoro.

“Di Indonesia ini, ada 34 Gubernur. Tetapi, kenapa saya saja yang dilantik. Rupanya, karena kedekatan saya dengan masyarakat Jawa disini. Saya juga ngerti dan bisa bahasa Jawa. Nah ini yang mau saya terapkan, bahwa tidak akan ada pengkotakan di Sumsel, karena kita ini INdonesia. Suku boleh banyak dan beda.” jelasnya.

Menurutnya, silaturahmi tidak hanya mendatangkan kebahagiaan, tetapi juga memanjangkan umur. Oleh karena itu, sesuai ajaran agama Islam, dia menghimbau masyarakat untuk selalu menjaga kerukunan yang sudah ada. Meskipun diakuinya, dalam praktek di lapangan, banyak juga aliran yang berbeda.

“Peringatan¬†Isra Mi’raj adalah momen saat rasul mendapatkan perintah untuk shalat 50 waktu. Rasul yang sangat memahami umatnya berunding dengan Malaikat Jibril sehingga shalat akhirnya diwajibkan 5 waktu sehari. Soal shalat juga banyak yang berbeda, tapi menurut saya semua baik. Yang berdosa itu yang nggak shalat. Makanya ayo kita benerin sama-sama,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Sumsel juga memberikan bantuan membangun 3 ruang kelas kantor dan toilet.¬†“Nanti dari PU akan datang kesini menentukan titik untuk perencanaan selanjutnya. Semoga ini bermanfaat bagi Yayasan Pendidikan Islam Abdul Rahman,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Yayasan Pendidikan Islam Abdul Rahman, H.Iskandar mengaku sangat gembira sekali karen Gubernur Sumsel Herman Deru mau datang jauh-jauh ke desanya. Karena sejak didirikan tahun 2001 silam baru sekali ini Gubernu datang ke sekolah yang didirikannya tersebut.

Hingga saat ini dikatakannya tak kurang ada 385 murid yang bersekolah. Sementara jumlah tenaga pendidik sebanyak 34 orang. Mereka ini terdiri dari siswa Paud sampai Madrasah Aliyah setingkat SMA sederajat.

“Selama ini kami tidak memungut bayaran ke siswa semua operasional berjalan atas kemampuan yayasan. Kami butuh perhatian pemerintah untuk membangun WC serta guri honor di yayasan. Untuk bapak ketahui di yayasan ini juga ada 15 orang anak yatim. Kami juga minta bantu perbaikan kebun karet karena sekarang sudah tidak layak lagi untuk produksi,” tutupnya. (ril/ohs)

#

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here