Selasa , 20 Agustus 2019
Home / Kriminal / Kapolda Ancam Tebas dan Sikat Akbar, Otak Pembunuhan Sadis Driver Taksi Online

Kapolda Ancam Tebas dan Sikat Akbar, Otak Pembunuhan Sadis Driver Taksi Online


Sumsel Maju Untuk Semua

PALEMBANG — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, hari Rabu tanggal 28 November 2018 menegaskan, Akbar otak pelaku perampokan dan pembunuhan sadis driver taksi online, Sofyan (47), hingga kini tidak menyerahkan diri. Untuk itulah, pihaknya akan menebas dan menyikat pelaku.

Menurut Kapolda, dalam mengejar pelaku Akbar yang masih buron ini, dirinya memberikan waktu dua minggu kepada anggota kepolisian Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel untuk menangkap pelaku.

“Pelaku Akbar ini belum tertangkap. Insya Allah, akan ada kebaikan kepada kami dalam mengejar pelaku. Karena Akbar ini tidak menyerahkan diri, maka akan saya tebas dan saya sikat,” tegas Kapolda, usai memberikan penghargaan kepada 23 anggota kepolisian Jatanras Polda Sumsel yang berhasil mengungkap kasus ini, serta pemberian piagam penghargaan kepada dokter Putut yang merupakan dokter gigi yang membantu mengungkap identitas jenazah korban Sofyan.

Dijelaskan Kapolda, tebas dan sikat yang diungkapkannya memiliki arti jika polisi itu fight crime.

“Polisi adalah fight crime atau melawan dan memberantas kejahatan. Selain itu kami juga humanis, yakni mencintai kemanusiaan serta mengarahkan orang sesat ke jalan yang benar,” ungkapnya.

Dilanjutkan Kapolda, sedangkan untuk penghargaan yang diberikannya kepada 23 anggota kepolisian Jatanras, lantaran para anggota tersebut telah bekerja dengan keras dan ikhlas hingga kasus ini terungkap.

“Para anggota yang mendapatkan penghargaan ini terdiri dari tiga tim, tim yang mencari jenazah korban, tim pencari mobil korban, dan tim yang menangkap para pelaku. Bukan hanya itu, kami juga memberikan piagam penghargaan kepada dokter Putut yang merupakan dokter gigi di Palembang. Sebab, dokter Putut ini menyimpan dokumen medis dengan baik saat korban Sofyan semasa hidupnya berobat gigi. Dari dokumen inilah, identitas korban akhirnya diketahui,” ujarnya.

Masih dikatakan Kapolda, penghargaan yang diberikan kepada dokter Putut, merupakan bentuk apresiasi yang diberikan Polda Sumsel. Sebab, dengan dokumen medis pasien yang disimpan dengan baik oleh dokter Putut, maka jenazah korban yang sudah menjadi tulang belulang berhasil diketahui identitasnya.

“Saya berharap dokter gigi lainnya di Sumsel melakukan hal yang sama, sebab yang dilakukan dokter Putut ini dapat menjadi pembelajaran yang baik dalam kontribusi pengungkapan kasus bagi pihak kepolisian,” tandas Kapolda.

Untuk diketahui, dalam kasus ini, pelaku Akbar (DPO), Ridwan (tertangkap), Acun dan Fran (keduanya menyerahkan diri) merampok dan membunuh korban Sofyan di pinggir jalan Simpang Bandara Palembang. Dimana saat itu mobil yang dikendarai korban baru tiba di lokasi tujuan, yang sebelumnya mengantar para pelaku dari kawasan Km 5 Palembang.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, sebelumnya mengungkapkan, untuk pelaku Akbar yang merupakan otak perampokan dan pembunuhan Sofyan yang belum tertangkap terdektesi masih berada di wilayah Sumsel. Dari itulah saat ini anggota kepolisian Jatanras Polda Sumsel masih berada di lapangan memburu Akbar.

“Akbar ini otaknya dan dia belum tertangkap. Keberadaannya saat ini terdektesi di Sumsel, mudah-mudahan Akbar tidak menyerahkan diri, biarkan saja dia berlari hingga saat tertangkap nanti dia dapat kami sikat beneran,” tegas Kapolda.



Hendri Zainuddin Bakal Calon Bupati Kabupaten Ogan Ilir

About Redaksi InilahSumsel.com

Redaksi InilahSumsel.com
Situs berita online rujukan masyarakat Sumatera Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *