Sumsel Maju Untuk Semua
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, menerima audiensi Deputi Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Wilayah Sumsel, Bangka Belitung, dan Bengkulu, dr. Elsa Novelia, di ruang tamu Gubernur, hari Jum'at siang tanggal 3 Januari 2019. (foto : Humas Pemprov Sumsel)
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, menerima audiensi Deputi Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Wilayah Sumsel, Bangka Belitung, dan Bengkulu, dr. Elsa Novelia, di ruang tamu Gubernur, hari Jum'at siang tanggal 3 Januari 2019. (foto : Humas Pemprov Sumsel)

Kontrak Habis, Herman Deru Minta Pelayanan Kesehatan Wong Sumsel Tidak Terganggu

InilahSumsel.com, Palembang — Setelah melakukan Safari Jum’at ke Masjid Adil Makmur yang berlokasi di Jalan Mayor Zen Kelurahan Sungai Selayur, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) melanjutkan agenda kerjanya yakni menerima audiensi Deputi Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Wilayah Sumsel, Bangka Belitung, dan Bengkulu, dr. Elsa Novelia, di ruang tamu Gubernur, hari Jum’at siang tanggal 3 Januari 2019.

Dalam pertemuan tersebut, dr. Elsa Novelia menyampaikan laporan progres Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Selain itu, dirinya juga hendak mendapatkan kepastian mengenai jawaban Gubernur Sumsel terkait kelanjutan pembayaran kepersertaan jaminan kesehatan bagi 454.310 Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS yang dibayarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel.

Terkait dengan hal tersebut, Gubernur Sumsel mengatakan, sudah menjadi kewajiban pihaknya untuk menyiapkan agaran guna melakukan pembayaran tersebut sesuai biaya kenaikan per 1 Januari 2020. “Kita akan kaji dan upayakan ini, karena saya ingin masyarakat Sumsel sehat dengan fasilitas yang memadai. Walaupun anggaran tidak bertambah, tapi ini harus tetap jalan. Jangan sampai pelayanan kesehatan warga Sumsel terganggu.” ujar Herman Deru, Gubernur Sumsel.

Baca Juga  Pasien Sembuh Virus Corona Di Sumsel Terus Meningkat

Meski demikian, Herman Deru tetap memberikan peringatan kepada Dinas Sosial agar mendapatkan kepastian bahwa peserta penerima program tersebut benar-benar tepat sasaran. Jangan sampai mereka yang memang benar-benar berhak, justru tidak mendapatkan PBI BPJS tersebut. Selain itu, dirinya juga meminta agar pihak BPJS memberikan pelayanan yang sama dengan peserta BPJS Mandiri.

“Saya minta, pelayanan bagi peserta ini benar-benar diutamakan. Karena sesuai kontraknya, ini kita bayar langsung setahun. Ini dilanjutkan dulu, jangan berhenti, sambil kita bahas lagi bersama.” ajaknya.

Berdasarkan penjelasan dari dr. Elsa Novelia , sampai tanggal 31 Desember 2019, kepersertaan di Sumsel mencapai 2,7 juta untuk PBI APBN, PBI APBD 1,5 juta peserta, Pekerja Penerima Upah (PPU) 1,1 juta peserta, Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) 851 ribu peserta. Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 1,9 juta belum tercover JKN.

Baca Juga  Jamselinas Ajang Promosi Wisata Olahraga Sumsel

“Khusus untuk peserta dari Kabupatn dan Kota yang iurannya dibiayai Pemprov Sumsel, tanggal 31 Desember 2019 tadi kontraknya habis. Dan saat ini, daerah masih menunggu berapa yang akan didaftarkan dan dibiayai oleh Pemprov. Harapan kami, sebanyak 455.310 peserta ini berlanjut, agar status kepesertaan ini jelas.” tambah dr. Elsa Novelia. (ohs/ril)

Cucian Motor Bekisar Merah

About Redaksi InilahSumsel.com

Redaksi InilahSumsel.com
Jln. TPH Sofyan Kenawas RT. 16 RW. 05 Kel. Gandus Kec. Gandus Kota Palembang. E-mail : redaksiinilahsumsel2018@gmail.com. Facebook : InilahSumsel.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *