Home / Nasional / Mawardi Yahya Komitmen Dukung Korupsi 0 Persen
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, memberikan arahan pada acara penyerahan Dokumen Aksi Pencegahan Korupsi dan Laporan Pelaksanaan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia di Istana Negara hari Rabu tanggal 13 Maret 2019. (foto : Humas Pemprov Sumsel)
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, memberikan arahan pada acara penyerahan Dokumen Aksi Pencegahan Korupsi dan Laporan Pelaksanaan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia di Istana Negara hari Rabu tanggal 13 Maret 2019. (foto : Humas Pemprov Sumsel)

Mawardi Yahya Komitmen Dukung Korupsi 0 Persen

Sumsel Maju Untuk Semua

JAKARTA — Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Mawardi Yahya, berkomitmen mendukung keinginan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, untuk memberantas korupsi sampai 0 persen, khususnya untuk Sumsel.

Hal itu dikatakannya usai menghadiri penyerahan dokumen aksi pencegahan korupsi dan laporan pelaksanaan strategi nasional pencegahan korupsi yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia dan dihadiri Presiden di Istana Negara, hari Rabu tanggal 13 Maret 2019.

Saat ditemui selesai acara, Mawardi Yahya mengatakan, Pemperintah Provinsi (Pemprov) Sumsel akan memaksimalkan pencegahan korupsi sampai ke akarnya, dengan berbagai perencanaan.

“Dalam 2 tahun ini, kita berusaha melakukan pencegahan itu, mulai dari tahapan-tahapan urusan birokrasi dan macam-macam perizinan. Habis ini, kita akan rapatkan dan akan memulai rencana strategisnya. Tapi, Presiden mengucapkan bukan hanya strategi, namun benar-benar mengimplementasikannya.” ungkap Mawardi Yahya.

Baca Juga  Pemprov Canangkan Maspari Menjadi Destinasi Wisata Baru Sumsel

Sementara itu, pada saat acara berlangsung, Presiden Republik Indonesia menuturkan keyakinannya kepada semua pemimpin daerah yang hadir untuk memiliki semangat yang sama agar Indonesia bebas dari korupsi dan dia mengapresiasi serta menghargai kerja keras semua pihak, sehingga dalam 4 tahun terakhir ini gencar dan terus menerus menekan perilaku korupsi.

“Indeks Persepsi Korupsi kita membaik dari skor 34 di tahun 2014, meningkat menjadi 38 di tahun 2018. Kemudian, saya dapat informasi bahwa berdasarkan survei dari LSI atau ICW, pelayanan publik juga semakin bebas pungli. Surveinya tunjukkan pungli layanan kesehatan turun dari 14 persen menjadi 5 persen. Namun 5 persen masih besar. Pungli pelayananan catatan sipil turun dari 31 persen menjadi 17 persen. Itu angka masih besar.” kata Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia.

Baca Juga  Angkat Harkat Petani, Herman Deru Tingkatkan Kerja Sama dengan Perum Bulog

Maka dari itu, Joko Widodo ingin turun sampai 0 persen dan semuanya bisa bekerja lebih cepat dan giat dalam melawan korupsi. Karena menurutya, korupsi adalah musuh bersama sebagai bangsa dan penyakit yang menggerogoti kesejahteraan rakyat dan dinding penghalang rakyat untuk bergerak maju.

“Tidak ada alasan yang membenarkan korupsi dan tidak ada alasan bagi kita untuk menunda aksi memberantas korupsi. Saya mengapresiasi gerak cepat timnas pencegahan korupsi untuk pastikan strategi nasional pencegahan korupsi, segera kita langsakan.” ungkapnya. (ril/ohs)



Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Redaksi InilahSumsel.com

Redaksi InilahSumsel.com
Situs berita online rujukan masyarakat Sumatera Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *