Selasa , 20 Agustus 2019
Home / Daerah / Paku Bumi Jembatan Musi VI Dipasang, Rumah Warga Bergetar

Paku Bumi Jembatan Musi VI Dipasang, Rumah Warga Bergetar


Sumsel Maju Untuk Semua
Pekerja proyek jembatan Musi VI yang terletak di Jalan Sultan Muhammad Mansyur, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II Palembang. (gambar : detiksumsel.com/oji)
Pekerja proyek jembatan Musi VI yang terletak di Jalan Sultan Muhammad Mansyur, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II Palembang. (gambar : detiksumsel.com/oji)

PALEMBANG  — Rumah warga yang berada disekitar proyek pembangunan Jembatan Musi VI di Jalan Sultan Muhammad Mansyur, tepatnya di Lorong KKN, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II Kota Palembang, ikut bergetar akibat aktivitas pemasangan paku bumi yang akan digunakan untuk pemasangan tiang jembatan.

Hal ini dirasakan Romlah (65) warga Lorong KKN, RT 35, RW 06. Rumah miliknya ikut bergetar, saat pekerja proyek memasukkan paku bumi untuk tiang jembatan disamping kantor lurah 32 Ilir.

“Kami terkejut rumah kami bergetar, waktu alat penumbuk itu dihentakan. Tidur siang kami terganggu karena goyang rumah kami. Tidak tahu berapa lama selesai pemasangan paku bumi itu,” ujarnya kepada wartawan detiksumsel.com, hari Sabtu tanggal 27 Oktober 2018.

Hal Senada diungkapkan oleh Rita, warga Lorong Kebon Gede I RT 35, RW 06. Dia khawatir, rumahnya yang terbuat dari kayu, akan roboh akibat getaran dari pemasangan paku bumi jembatan Musi VI itu.

“Kuat juga getarannya. Kalau kita berada dalam rumah, jantung ikut berdebar akibat hentakan penumbukan paku bumi. Saya takut, rumah saya ini roboh,” ucapnya.

Menanggapi kondisi yang dialami oleh warga, Lurah 32 Ilir, Andes Surya Jaya, mengatakan, sebelum dilakukan pemasangan paku bumi, pihak kecamatan Ilir Barat II dan PT Nidya Karya selaku pemegang proyek, sudah mensosialisasikan pekerjaannya kepada masyarakat, yang rumah berada disekitar proyek jembatan Musi VI.

“Saat itu, masyarakat meminta agar pemasangan paku bumi dilakukan dengan cara di bor saja. Tidak dengan cara ditumbuk, agar tidak menimbulkan kebisingan atau pun getaran,” katanya, ketika hubungi melalui ponsel, pada hari Sabtu tanggal 27 Oktober 2018.

Dia melanjutkan, jika ada kerusakan atau pun keretakan rumah warga, pihak Nidya Karya siap bertanggung jawab untuk mengganti semua kerugian yang timbul, akibat penumbukan yang dilakukan oleh pekerja.

“Kalau menimbulkan kebisingan, memang. Karena, pemasangan paku bumi dilakukan dengan cara ditumbuk. Kami mohon maaf kepada masyarakat dan pemasangan paku bumi ini tidak lama, sekitar dua minggu saja. Dan proyek jembatan ini merupakan proyek nasional, serta harus selesai pada Desember tahun ini,” pungkasnya.



Hendri Zainuddin Bakal Calon Bupati Kabupaten Ogan Ilir

About Redaksi

Avatar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *