Sumsel Maju Untuk Semua
Gubernur Sumsel, Herman Deru, menerima audiensi perwakilan MDI-PP KSO, di ruang tamu Gubernur SUmsel, hari Selasa tanggal 2 Juni 2020.
Gubernur Sumsel, Herman Deru, menerima audiensi perwakilan MDI-PP KSO, di ruang tamu Gubernur SUmsel, hari Selasa tanggal 2 Juni 2020.

Pemprov Sumsel Terima Bantuan Pengolahan Limbah Dari Australia

InilahSumsel.com, Palembang — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) mendapatkan bantuan hibah dari Pemerintah Australia sebesar Rp. 400 M untuk pengelolaan sistem air limbah domestik terpusat (SPAL-T) melalui Program Palembang City Sewerage Project (PCSP) yang dikelola oleh Direktorat Jendera Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).

Project Manager MDI-PP KSO, Tommy Wiranata Anwar, mengatakan bahwa proyek yang akan dikerjakan yakni pengolahan air limbah dan rumah pompa, dimana terletak di dua lokasi. Pengolahan air limbah berada di kecamatan Kalidoni dan rumah pompa berada di Monpera (Monumen Perjuangan Rakyat).

“Tujuannya adalah untuk pengolahan air limbah rumah tangga yang nantinya dintegrasikan ke rumah pompa. Terus, dari rumah pompa nanti akan dipompa ke pengolahan air limbahnya. Nah, di pengolahan air limbah itu nanti, air limbah setelah aman, dibuang ke sungai. Dana proyek ini sendiri, berasal dari australia.” ujarnya, setelah beraudiensi dengan Gubernur Sumsel, Herman Deru, di ruang tamu Gubernur Sumsel, hari Selasa tanggal 2 Juni 2020.

Baca Juga  Terima Rombongan Danlanal, Herman Deru Ajak Cegah Kecelakaan Di Laut

Ke depan, dia mengungkapkan, SPAL-T akan terintegrasi ke semua pengolahan air limbah, sehingga proyek ini diharapkan mampu mengubah perilaku masyarakat. Terlebih, dengan adanya proyek ini, menurutnya juga akan mendrive ekonomi. Sebab, untuk proyek sebesar ini, terdapat banyak dampak sosialnya, seperti menciptakan lapangan kerja, kemudian juga akan ada transfer pengetahuan.

“Karena selama ini kita pakai septictank yang langsung dibuang ke tanah. Ke depan, akan terintegrasi ke tempat untuk dikelola, setelah air limbahnya aman baru dibuang ke sungai. Dengan adanya infrastruktur pengolahan air limbah ini, semua pembuangan air limbah lebih terintegrasi dan lebih menyelamatkan lingkungan serta mengubah pola dan perilaku masyarakat.” pungkasnya.

Kepala Dinas Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumsel, Ir. Basyarudin, menambahkan, bantuan ini merupakan kolaborasi antara pemerintah australia dalam hal ini DFAT dan Pemerintah Pusat yang diwakili Kementerian PUPR, Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang.

Baca Juga  Kembali ke Gontor, Herman Deru Minta Santri dan Mahasiswa Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

“Dari bantuan Australia itu, membangun pipa distribusi yang utama, kemudian instalasi pengolahan air limbah di Sei Selayur. Kemudian rumah pompa di seputaran Monpera. Jadi nanti tidak lagi menggunakan septictank, semua tersalur secara terintegrasi yang akan dipompakan ke instalasi pengolahan air limbah, baru setelah airnya sudah mumpuni, bisa dibuang ke sungai.” tuturnya. (ohs/ril)

Cucian Motor Bekisar Merah

About Redaksi InilahSumsel.com

Redaksi InilahSumsel.com
Jln. TPH Sofyan Kenawas RT. 16 RW. 05 Kel. Gandus Kec. Gandus Kota Palembang. E-mail : redaksiinilahsumsel2018@gmail.com. Facebook : InilahSumsel.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *