Selasa , 20 Agustus 2019
Home / Kesehatan / Peresmian Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2018, PDGI dan AFDOKGI Ajak Masyarakat Indonesia Untuk Lindungi Gigi Keluarga dari Risiko Gula Tersembunyi

Peresmian Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2018, PDGI dan AFDOKGI Ajak Masyarakat Indonesia Untuk Lindungi Gigi Keluarga dari Risiko Gula Tersembunyi


Sumsel Maju Untuk Semua
Media Conference Bulan Kesehatan Gigi Nasional di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Provinsi Sumatera Selatan, hari Selasa tanggal 18 September 2018 (gambar : inilahsumsel.com/argiman)
Media Conference Bulan Kesehatan Gigi Nasional di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Provinsi Sumatera Selatan, hari Selasa tanggal 18 September 2018 (gambar : inilahsumsel.com/argiman)

PALEMBANG — Dalam rangka peresmian Bulan Kesehatan Gigi Nasional Tahun 2018, PT. Unilever Indonesia, Tbk., bekerja sama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) serta Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), menggelar acara media gathering, hari Selasa tanggal 18 September 2018, di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Provinsi Sumatera Selatan.

Acara yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai resiko gula tersembunyi bagi kesehatan gigi itu, Head of Oral PT. Unilever Indonesia, Tbk., Mirza Roesli, menjelaskan bahwa, pihaknya memberikan komitmen yang berkelanjutan untuk mengedukasi dan memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut serta membiasakan masyarakat Indonesia merawat kesehatan gigi dengan menyikat gigi pada pagi dan malam hari, serta memeriksakan diri ke dokter gigi setidaknya enam bulan sekali.

“Setiap tahunnya, kami selalu mengangkat berbagai tema menarik dan terkini. Tahun ini, temanya adalah resiko dari gula tersembunyi terhadap kesehatan gigi dan mulut, karena ternyata masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa makanan atau minuman yang tidak manis, dapat menganduung gula penyebab gigi berlubang.” jelasnya.

Dia menambahkan, World Health Organization (WHO) menganjurkan agar masyarakat tidak mengkonsumsi semua sumber makanan dan minuman yang memiliki gula, lebih dari 50 gram per hari untuk dewasa dan 30 gram per hari untuk anak-anak.

“Saat ini, diketahui bahwa berdasarkan data Survey Konsumsi Makanan Individu (SKMI) Indonesia tahun 2014, menyatakan bahwa 29,7 persen masyarakat Indonesia mengkonsumsi gula harian melebihi batas rekomendasi tersebut.” katanya.

Senada dengan Mirza Roesli, dr. Diana F. Suganda, M.Kes., SpGk selaku seorang spesialis gizi klinik, mengungkapkan bahwa saat ini kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi gula, layaknya seperti gunung es.

“Selama ini, kita tidak menyadari bahwa konsumsi gula sehari-hari, layaknya seperti gunung es. Artinya, banyak jenis makanan dan minuman yang tidak manis, namun mengandung gula tersembunyi yang menimbulkan berbagai resiko kesehatan, termasuk gigi berlubang.” papar Diana F. Suganda.

Dr. drg. Nina Djustiana, M.Kes, Ketua AFDOKGI, menambahkan bahwa, program BKGN Tahun 2018 sangat penting diselenggarakan. Dirinya berharap, program tersebut akan berkelanjutan.

“Cakupan pelaksanaan BKGN yang terus meluasi sampai ke pelosok Indonesia, menjadi penting karena merupakan contoh perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi mahasiswa kedokteran gigi untuk dapat terjun langsung mengedukasi dan melayani masyarakat hingga ke daerah-daerah yang belum terjangkau tenaga medis di bidang kesehatan gigi.” ujarnya.



Hendri Zainuddin Bakal Calon Bupati Kabupaten Ogan Ilir

About Argiman Helmi Muhammad

Avatar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *