Beranda Sriwijaya FC Sekda Sumsel : “Muddai Madang Serahkan Saham Ke Herman Deru”

Sekda Sumsel : “Muddai Madang Serahkan Saham Ke Herman Deru”

973
0
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, berbincang dengan Muddai Madang dan Sekda Provinsi Sumatera Selatan, Nasrun Umar, pada acara Rembuk Bersama Gubernur Sumsel Mewujudkan masa depan Sriwijaya FC sebagai klub yang sehat dan profesional di Hotel Horison, Palembang, Senin malam tanggal 14 Januari 2019 (gambar : detik.com)
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, berbincang dengan Muddai Madang dan Sekda Provinsi Sumatera Selatan, Nasrun Umar, pada acara Rembuk Bersama Gubernur Sumsel Mewujudkan masa depan Sriwijaya FC sebagai klub yang sehat dan profesional di Hotel Horison, Palembang, Senin malam tanggal 14 Januari 2019 (gambar : detik.com)

PALEMBANG — Polemik mengenai kepemilikan saham di PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (PT. SOM) sebagai perusahaan pengelola Sriwijaya FC, akhirnya selesai. Muddai Madang yang memiliki saham terbesar di PT. SOM, mengeluarkan keputusan menyerahkan semua saham yang dimilikinya, diserahkan kepada Herman Deru, secara pribadi.

“Tadi, dalam perjalanan dari lantai tiga ke lantai satu, saya bersama Bapak Muddai Madang dan Bapak Herman Deru, diskusi cepat. Dari diskusi tersebut, didapatkan keputusan bahwa Bapak Muddai menyerahkan semua saham yang dimilikinya kepada Bapak Herman Deru secara pribadi.” ujar Nasrun Umar, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, pada acara Rembuk Bersama Gubernur Sumatera Selatan mewujudkan masa depan Sriwijaya FC sebagai club yang sehat dan profesional, di Hotel Horison Ultima Palembang, hari Senin tanggal 14 Januari 2019.

Nasrun Umar yang pernah menjabat sebagai Manager Sriwijaya FC itu menjelaskan, setelah ini akan ada penyelesaian administrasi serah terima kepemilikan saham. “Nanti, kepada siapa beliau menyerahkan tongkat kepemimpinan Sriwijaya FC, setelah ini akan diputuskan.” ujarnya.

Sementara itu, Herman Deru sebagai Gubernur Sumatera Selatan yang memberikan arahan pada acara rembuk tersebut sebelum meninggalkan lokasi acara karena ada agenda lainnya yang harus diselesaikan, menyampaikan bahwa saham Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan tidak ada di PT. SOM.

“Perlu diketahui oleh masyarakat, ternyata di PT. SOM tidak ada saham Pemprov Sumsel, yang ada saham milik Yayasan Sekolah Sepak Bola. Yayasan ini, memang didirikan oleh Pemprov Sumsel. Sebelum menjadi Gubernur, saya tahu saham yayasan sebesar 58 persen. Saya sudah fikirkan langkah-langkah yang akan dilakukan. Tetapi, setelah menjadi gubernur, ternyata sahamnya tinggal 11 persen.” ujar Herman Deru.

Dia juga meminta agar permasalahan yang ada di tubuh Sriwijaya FC saat ini, harus segera diselesaikan. Karena, klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu adalah klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan.

“SFC tidak boleh bubar, tidak boleh berganti nama, dan harus tetap menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan. Saya minta Pak Muddai untuk mundur. Saya ingin konflik ini dapat berakhir. Ibarat kaki terinjak paku yang karatan, dicabut ya sakit dan dibiarkan akan tetanus.” katanya.

#

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here