Selasa , 20 Agustus 2019
Home / Olahraga / Sumsel Super League Kembali Digelar

Sumsel Super League Kembali Digelar


Sumsel Maju Untuk Semua
Urun Rembuk Insan Sepak Bola Sumsel di Hotel Swarna Dwipa, tanggal 28 Oktober 2018
Urun Rembuk Insan Sepak Bola Sumsel di Hotel Swarna Dwipa, tanggal 28 Oktober 2018

PALEMBANG — Kabar gembira bagi insan sepakbola di Sumatera Selatan. Setelah sempat vakum, kompetisi sepak bola amatir yang bernama Sumatera Selatan (Sumsel) Super League (SSL), akhirnya kembali digelar.

Kepastian itu disampaikan Presiden SSL, Hendri Zainuddin, Minggu (28/10) dalam Urun Rembug Insan Sepakbola Sumsel, mengatasi krisis prestasi di Hotel Swarna Dwipa.

“Penyelenggaraan SSL, ditandai dengan Festival U-11 dan U-12, yang akan dilaksanakan 10-11 November nanti di Stadion Madya Bumi Sriwijaya dan diikuti oleh seluruh SSB yang ada di Sumsel,” terangnya.

Hendri Zainuddin menjelaskan, SSL kembali digelar sebagai upaya untuk menggelorakan kembali pembinaan sepakbola di Sumsel. Agar lebih berkembang dan menghasilkan pemain yang berkualitas, serta mampu bersaing.

“Karena selama ini, meskipun sudah ada PSSI Sumsel, sebagai penggerak sepakbola. Tapi faktanya yang lebih banyak bergerak itu pelatih dan insan olahraga di Sumsel. Termasuk SSL yang pernah bergulir dua musim. Tapi sekarang lebih banyak ke daerah, karena kita  mengalami benturan dengan rezim lama. Setelah adanya perubahan rezim, diharapkan dapat lebih maju,” urainya.

Lebih jauh dijelaskannya, melalui urun rembug dengan insan sepakbola di Sumsel, pihaknya juga  berupaya mencari solusi. Bagaimana menggerakkan kompetisi dan mengatasi berbagai kebutuhan lainnya, mulai dari wasit, lapangan, dan lainnya.

“Kesempatan ini kita gunakan untuk menyamakan visi misi dari semua pihak. Bagaimana agar kompetisi tetap berjalan, tanpa bertabrakan jadwal dan ada jeda diantaranya. Mulai dari U-14, U-16, dan seterusnya. Termasuk sepakbola wanita, akan digulirkan di semua tingkatan. Sehingga Asprov tinggal menampung saja, termasuk SFC bahkan timnas,” bebernya.

Pelatih SSB Sumsel, Subagio, menyambut baik inisiatif dari Hendri Zainuddin. Sebab menurut dia, Sumsel memerlukan sosok yang peduli dan memiliki motivasi tinggi untuk menggerakkan sepakbola di Bumi Sriwijaya.

“Tapi yang harus diperhatikan, kejuaraan boleh banyak asal ada tujuan, kemana mereka nantinya. Harus ada tindaklanjutnya,agar karier sepakbola anak-anak kita lebih berkembang. Karena itu, saya berharap kedepan U-12 dari Sumsel, bisa menjadi juara di tingkat nasional,” harapnya.

Sedangkan untuk kompetisi U-16, Subagio menyarankan agar melibatkan talent scouting untuk mencari dan menyeleksi 24 pemain terbaik yang nantinya akan ditampung, serta dibina akademi Sepakbola Sumsel.

“Kita harus memiliki training center atau pusdiklat, agar latihan lebih terprogram dengan sistem promosi dan degradasi. Selain itu yang paling penting lagi, jangan ada pemain dari luar Sumsel, kasihan anak-anak kita. Saya juga berharap, kedepan untuk tim SFC U-19 tidak perlu pelatih dari luar, karena kita banyak pelatih lokal yang bagus. Asalkan dipersiapankan dengan maksimal, saya yakin kita mampu bersaing,” imbuhnya.

Tokoh Sepakbola Sumsel, Sunardi, menambahkan, melalui kompetisi kelompok umur yang berkesinambungan, dapat menjadi sebagai tolak ukur pembinaan serta  bahan evaluasi keberhasilan dalam membina pemain dan prestasi.

“Karena itu perlu siasati bagaimana pembagian jadwal kompetisi yang di tingkatan usia,” jelasnya. (iyop/detiksumsel)



Hendri Zainuddin Bakal Calon Bupati Kabupaten Ogan Ilir

About Oyong Hairudin

Oyong Hairudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *