Sumsel Maju Untuk Semua
H. Alfrenzi Panggarbesi, S.Si., Anggota DPRD Sumsel dari Partai HANURA
H. Alfrenzi Panggarbesi, S.Si., Anggota DPRD Sumsel dari Partai HANURA

Alfrenzi Panggarbesi Minta Gubernur Sumsel Tolak Permohonan 15 Pengusaha Batubara

InilahSumsel.com, Palembang — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Alfrenzi Panggarbesi, meminta Gubernur Sumsel agar tetap konsisten menjalankan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 74 Tahun 2018 yang melarang mobil angkutan batubara melintasi jalan umum.

Pasalnya, sejak diberlakukannya Pergub tersebut, lalu lintas di ruas jalan dari Kabupaten Lahat menuju Kota Palembang yang bertahun-tahun mengalami kemacetan dan rawan kecelakaan, sudah sangat lancar.

“Masyarakat Sumsel menyambut dengan suka cita, kebijakan Gubernur Sumsel, Bapak Herman Deru, yang melarang mobil angkutan batubara melintas di jalan umum. Karena itu, kami minta kepada Bapak Herman Deru untuk tetap konsisten menjalankan kebijakan yang telah dibuatnya, apalagi itu janji kampanye beliau yang sudah ditunaikan.” katanya, hari Jum’at tanggal 5 Juni 2020, seperti ditulis Palpos.id.

Dirinya juga meminta kepada Herman Deru untuk menolak wacana dan usulan dari 15 pengusaha angkutan batubara yang menginginkan agar angkutan batubara dapat beroperasi kembali seperti di masa gubernur yang lalu. Karena, kebijakan yang membolehkan angkutan batubara melintas di jalan umum, telah menyulitkan dan meresahkan masyarakat.

“Saya mendapatkan informasi dari media massa, bahwa ada 15 pengusaha angkutan batubara yang telah menemui Bupati Lahat untuk mengusulkan agar angkutan batubara dapat beroperasi di siang hari. Menurut pemberitaan di media massa, selanjutnya pengusaha itu ingin menghadap Gubernur Sumsel. Saya minta kepada Bapak Herman Deru untuk tetap konsisten dan tidak mengabulkan permohonan mereka.” ujar Anggota DPRD Sumsel dari Partai HANURA itu.

Baca Juga  Jabat Anggota DPRD Sumsel, Alfrenzi Panggarbesi Siap Terus Blusukan

Sosok yang akrab disapa dengan panggilan Ojik itu mengungkapkan, sejak beredar pemberitaan di media massa tentang pertemuan tersebut, dirinya banyak mendapatkan telepon dan pesan singkat melalui SMS dan WA dari warga Kabupaten Lahat, Muara Enim, Empat Lawang, dan Kota Pagaralam yang isinya keberatan jika angkutan batubara diperbolehkan lagi beroperasi di jalan umum, apalagi di siang hari.

“Sudah setahun ini warga merasakan kenyamanan dan keamanan melintasi jalan dari Lahat ke Palembang setelah Bapak Herman Deru melarang mobil angkutan batubara melintas di jalan umum. Jangan sampai masyarakat merasa terganggu kembali.” ujar Ojik yang berasal dari Daerah Pemilihan Sumsel 7 yakni Kabupaten Lahat, Kota Pagaralam, dan Kabupaten Empat Lawang.

Dilansir dari SwarnaNews.co.id, setidaknya ada belasan perusahaan yang bergerak di bidang pengangkutan batubara melakukan pertemuan dengan Bupati Kabupaten Lahat, hari Selasa tanggal 02 Juni 2020. Dalam pertemuan itu, perusahaan menyampaikan permohonan tentang pengangkutan batubara yang diizinkan siang hari, bukan hanya malam hari.

Baca Juga  Herman Deru Tunaikan Janji Perbaiki Infrastruktur Jembatan Hingga Irigasi

“Jika itu jalan milik Kabupaten, saya sepenuhnya mengizinkan. Namun jika itu jalan provinsi, maka saya akan meminta izin dulu dengan Gubernur, Bapak Herman Deru.” ujar Cik Ujang, Bupati Kabupaten Lahat.

Dalam pertemuan itu, Cik Ujang mengatakan bahwa dirinya akan meminta jadwal kepada gubernur untuk bertemu dengan membawa perwakilan dari beberapa perusahaan untuk menyampaikan permohonan tersebut. “Insya Allah ini adalah lampu kuning untuk pengangkutan batubara pada siang hari, namun hanya sekitar Kabupaten Lahat saja. Nanti kita sama-sama menghadap beliau untuk berbicara langsung dengan gubernur tentang pengangkutan batubara ini.” ujarnya. (ohs)

Cucian Motor Bekisar Merah

About Redaksi InilahSumsel.com

Redaksi InilahSumsel.com
Jln. TPH Sofyan Kenawas RT. 16 RW. 05 Kel. Gandus Kec. Gandus Kota Palembang. E-mail : redaksiinilahsumsel2018@gmail.com. Facebook : InilahSumsel.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *