Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan
Muba Maju Berjaya
Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim dari Partai HANURA, Ahmad Fauzi, membongkar jalan yang diaspal hanya dengan menggunakan tangan saat meninjau langsung proyek pembangunan jalan di Jalan Babat - Talang Beliung Kecamatan Belide Darat
Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim dari Partai HANURA, Ahmad Fauzi, membongkar jalan yang diaspal hanya dengan menggunakan tangan saat meninjau langsung proyek pembangunan jalan di Jalan Babat - Talang Beliung Kecamatan Belide Darat

Anggota Dewan Muara Enim Kesal, Proyek Pengerjaan Jalan Di Dapil Diduga Dikerjakan Asal-Asalan

Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim dari Partai HANURA, Ahmad Fauzi, membongkar jalan yang diaspal hanya dengan menggunakan tangan saat meninjau langsung proyek pembangunan jalan di Jalan Babat - Talang Beliung Kecamatan Belide Darat
Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim dari Partai HANURA, Ahmad Fauzi, membongkar jalan yang diaspal hanya dengan menggunakan tangan saat meninjau langsung proyek pembangunan jalan di Jalan Babat – Talang Beliung Kecamatan Belide Darat

InilahSumsel.com, Muara Enim — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muara Enim Periode 2019-2024, Ahmad Fauzi, merasa tidak puas dengan hasil dari pengerjaan jalan di Jalan Babat – Talang Beliung Kecamatan Belide Darat, karena diduga dikerjakan asal-asalan. Pasalnya, saat dirinya terjun langsung ke lokasi, ternyata aspal jalan tersebut bisa dilepas hanya dengan tangan kosong.

“Sama dengan temuan dari kawan-kawan kami yang berasal dari Daerah Pemilihan IV beberapa waktu yang lalu, ternyata hal yang sama juga terjadi di daerah saya. Sama-sama proyek pengerjaan jalan dan aspalnya bisa kita kupas hanya dengan tangan kosong.” katanya saat dikonfirmasi InilahSumsel.com pada hari Kamis tanggal 7 Januari 2021.

Anggota Dewan yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) III Kabupaten Muara Enim yang meliputi Kecamatan Belida Darat, Gelumbang, Kelekar, Lembak, Muara Belida, dan Sungai Rotan itu mengungkapkan bahwa masyarakat yang berada di Dapilnya, mengeluh atas kondisi tersebut sehingga dirinya pun menindaklanjuti dengan turun langsung ke lapangan.

Baca Juga  Percepat Pembangunan Daerah, Plh. Bupati Muara Enim Ajukan Bantuan Gubernur Sumsel

“Proyek ini dikerjakan dengan anggaran dari APBD Tahun 2020. Nilainya sebesar 1.909.500.000 dengan nama pekerjaan Pelebaran dan Over Ruas Jalan Babat – Talang Beliung.” tuturnya.

Dengan adanya temuan tersebut, Anggota Dewan dari Partai HANURA (Hati Nurani Rakyat) itu meyakini, bahwa ini merupakan Pekerjaan Rumah (PR) yang besar bagi Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim dan LPSE dalam melakukan tender proyek.

“Harus dilihat betul latar belakang kontraktornya seperti apa dan hasil pengerjaan yang telah dilakukannya juga seperti apa, jangan asal pilih. Jika hasilnya seperti ini, tentunya yang rugi adalah rakyat sebagai pengguna jalan tersebut dan perbaikan jalan ini pun juga dibiayai dengan menggunakan uang rakyat.” tegasnya.

Baca Juga  Peduli Musibah Kebakaran, Partai Hanura Sumsel Kirimkan 25 Paket Sembako.

Selain itu, menurut Ahmad Fauzi, pengawasan dari PPK dan Dinas PUPR pun dinilai sangat minim, sehingga hal-hal seperti itu bisa terjadi. “Bisa dikatakan, mungkin tidak ada pengawasan. Karena, jika ada pengawasan, itu bisa terlihat, apakah proyek tersebut sesuai dengan sertifikasi atau tidak.” tuturnya.

Dirinya pun meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim untuk dapat menindaklanjuti permasalahan tersebut. “Jangan sampai ada temuan serupa lagi, karena ini tentu sangat kami sayangkan.” pungkasnya. (ohs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.