Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan
Muba Maju Berjaya
Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sumsel, Sukerik, (kiri) menyampaikan rilis inflasi Sumsel periode Februari 2021. (foto : bisnis.com)
Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sumsel, Sukerik, (kiri) menyampaikan rilis inflasi Sumsel periode Februari 2021. (foto : bisnis.com)

Badan Pusat Statistik : “Ekspor Sumsel Mulai Bergairah Kembali”

InilahSumsel.com, PALEMBANG — Meski dalam kondisi Pandemi Covid-19, laju ekspor sejumlah komoditas di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mulai menggeliat. Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statisttik (Sumsel), Sukerik, mengatakan, geliat ekspor Sumsel mulai bergairah seiring dengan adanya peningkatan jumlah ekspor.

Menurutnya, jika dilihat secara year to year, ekspor Sumsel hampir sama dengan posisi Mei 2019 yang mencapai US $ 380 juta. Hal itu menunjukkan adanya peningkatan sekitar 50 persen dibandingkan Mei 2020.

“Ekspor kita sudah mulai bergairah kembali, angkanya sudah mulai sama dengan Mei dua tahun lalu. Beberapa golongan barang yang mengalami perubahan positif yaitu kertas karton, kayu, barang dari kayu, maupun produk farmasi.” ungkap Sukerik pada jumpa pers, hari Selasa tanggal 15 Juni 2021.

Baca Juga  Data BPS, Jumlah Pengangguran Di Sumsel Alami Penurunan

Sukerik juga menyebut, ekspor untuk sektor komoditas migas mengalami trend positif. Namun demikian, terjadi penurunan jumlah eskpor pada sektor non migas. Berdasarkan catatan BPS Sumsel, nilai ekspor mencapai US $ 359,59 juta pada Mei 2021. “Sektor migas Sumsel angkanya positif dibanding April. Penurunan terjadi dari sektor non migas, sekitar 18,18 persen.” katanya lagi.

Perkembangan ekspor, lanjut Sukerik, pada semua sektor mengalami penurunan, yang paling besar dialami oleh sektor pertanian. Adapun komoditasnya antara lain kelapa, hasil hutan bukan kayu, ikan hidup, dan hasil budidaya. “Dua sektor lainnya yang juga mengalami penurunan adalah sektor industri dan pertambangan.” imbuhnya.

Komoditas sektor industri yaitu crumb rubber, pulp, dan minyak kelapa sawit. Sementara untuk sektor pertambangan sendiri, komoditasnya antara lain batu bara dan lignin. BPS Sumsel juga mencatat, komoditas non migas yang turun tajam pada Mei 2021 adalah karet dan barang dari karet dengan nilai US $ 49,50 juta, diikuti oleh bahan bakar mineral, bubur kayu, dan sebagainya. (*)