Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan
Muba Maju Berjaya
Gubernur Sumsel, Herman Deru, Bersama Kepala BPS Sumsel yang baru, Zulkifli, di ruang tamu Gubernur Sumsel, pada hari Senin tanggal 24 Mei 2021. (foto : Humas Pemprov Sumsel)
Gubernur Sumsel, Herman Deru, Bersama Kepala BPS Sumsel yang baru, Zulkifli, di ruang tamu Gubernur Sumsel, pada hari Senin tanggal 24 Mei 2021. (foto : Humas Pemprov Sumsel)

BPS Pastikan Angka Kemiskinan Di Sumsel Mengalami Penurunan

InilahSumsel.com, PALEMBANG – Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) untuk mensejahterakan masyarakat, cukup membuahkan hasil. Terbukti, meski di tengah Covid-19, jumlah rakyat miskin di provinsi ini terus mengalami penurunan.

Dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, jumlah penduduk miskin di Sumsel pada Maret 2021 yakni sebanyak 1.113,76 ribu orang atau sebesar 12,84 persen dari total penduduk. Jika dibandingkan dengan angka kemiskinan pada bulan September 2020 sebesar 1.119,65 ribu orang atau 12,98 persen, maka selama enam bulan atau pada kurun waktu September 2020-Maret 2021, terjadi penurunan angka kemiskinan sebesar 0,14 persen.

“Artinya, angka tersebut setara dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 5,89 ribu orang.” kata Kepala BPS Sumsel, Zulkipli, pada hari Kamis tanggal 15 Juli 2021.

Penurunan angka kemiskinan membuktikan jika Pemprov Sumsel bersam Pemerintah Kabupaten dan Kota  telah bersinergi dalam melaksanakan berbagai program perlindungan sosial seperti bantuan sosial, kegiatan ekonomi produktif, dan lainnya, sehingga masyarakat tidak jatuh miskin akibat Covid-19.

“Bahkan penduduk miskin di Sumsel ada yang berhasil keluar dari kemiskinan. Itu menunjukkan kesejahteraan penduduk miskin semakin membaik melalui intervensi berbagai program perlindungan sosial.” ujarnya.

Baca Juga  Anita Noeringhati Dukung Program MUI Wujudkan Islam Wasathiyah

Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode September 2020-Maret 2021 atau dalam 6 bulan terakhir, angka kemiskinan di daerah perkotaaan dan perdesaan mengalami penurunan. Angka kemiskinan di daerah perkotaan turun sebesar 0,16 persen poin atau setara 2,18 ribu penduduk miskin.

“Sedangkan angka kemiskinan di daerah perdesaan turun sebesar 0,13 persen poin atau setara 3,71 ribu penduduk miskin.” paparnya.

Menurut Zulkii, persoalan kemiskinan bukan hanya sekadar berapa persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. Selain harus mampu menurunkan angka kemisiknan, kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan.

Tercatat, pada periode September 2020 – Maret 2021 Indeks Kedalaman Kemiskinan di Sumsel juga mengalami penurunan dari 2,261 pada September 2020 menjadi 2,260 pada Maret 2021 atau turun sebesar 0,001 poin. Penurunan indeks kedalaman kemiskinan dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung mendekati garis kemiskinan.

Baca Juga  Herman Deru Ajak All Out Dukung Sriwijaya FC Agar Tidak Degradasi

“Fenomena itu mengungkapkan bahwa tingkat kesejahteraan penduduk miskin di Sumsel dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir semakin membaik, bahkan mampu mengangkat sebagian kecil penduduk miskin keluar dari kemiskinan. Kebijakan pemerintah telah mampu mengurangi beban pengeluaran penduduk miskin dan meningkatkan jumlah komoditas yang dikonsumsi penduduk miskin juga telah meningkatkan taraf kehidupan penduduk miskin di Sumsel.” terangnya.

Lalu, Indeks Keparahan Kemiskinan di Sumsel periode September 2020 – Maret 2021 mengalami penurunan dari 0,627 September 2020 menjadi 0,542 Maret 2021 atau turun sebesar 0,085 poin. “Penurunan indeks keparahan kemiskinan tersebut mengindikasikan bahwa kesenjangan pengeluaran di antara penduduk miskin semakin kecil.” paparnya. (ril)