H. Nasrun Umar (HNU), Sekda Sumsel
Dodi Reza, Bupati Kabupaten Musi Banyuasin
Oesman Sapta, Ketua Umum DPP Partai Hati Nurani Rakyat (inilahsumsel.com/sikumbang)
Oesman Sapta, Ketua Umum DPP Partai Hati Nurani Rakyat (inilahsumsel.com/sikumbang)

Debat Capres Gunakan Bahasa Asing, Oesman Sapta : “Bahasa Indonesia Simbol Kebanggaan Bangsa”

Oesman Sapta, Ketua Umum DPP Partai Hati Nurani Rakyat (inilahsumsel.com/sikumbang)
Oesman Sapta, Ketua Umum DPP Partai Hati Nurani Rakyat (inilahsumsel.com/sikumbang)

JAKARTA — Polemik mengenai penggunaan bahasa asing yang akan digunakan dalam debat kandidat Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Republik Indonesia Periode 2019-2024, mendapatkan tanggapan dari Oesman Sapta.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) itu, menilai bahwa keinginan tersebut hanya sekedar mencari sensasi, tidak ada substansi.

“Dimana nasionalismenya? mengapa kita harus pakai bahasa inggris di negara kita sendiri?” kata Oesman Sapta, di Jakarta hari Jum’at tanggal 14 September 2018, seperti dikutip dari beritasatu.com.

Menurut Bang OSO, sapaan akrab Oesman Sapta, penggunaan bahasa Indonesia adalah sebagai simbol dari kebanggaan bangsa. Simbol tersebut, dilahirkan susah payah oleh para pejuang bangsa ini. Itu tertuang dalam Sumpah Pemuda, yang berisi Berbahasa Satu Bahasa Indonesia.

Baca Juga  Bertemu Wong Palembang, Sandiaga Uno Bicara Program OKE OCE

“Sudah sepatutnya bangsa ini menghargai Bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa, bukan malah mendewakan bahasa bangsa lain. Kita harus tunjukkan kita Indonesia. Itu kebanggaan kita.” ujarnya.

Dia menilai, sangat tidak logis ketika debat Calon Presiden yang akan memimpin bangsa ini menggunakan bahasa asing. Karena, bangsa yang dipimpin adalah Indonesia dan yang menyaksikannya juga rakyat Indonesia.

“Memang kita mau pamer bisa bahasai Inggris? Ngomong bahasa Inggris tapi rakyat tidak ngerti, bagaimana? Tidak perlu yang aneh-aneh. Presiden negara lain seperti Korea, kemana-mana pakai bahasa mereka. Banyak juga yang lain. Mereka sangat bangga menggunakan bahasanya, bukan artinya mereka tidak bisa bahasa Inggris.” tuturnya.

Baca Juga  Jokowi dan Prabowo Ajak Masyarakat Nikmati Pemilu Dengan Saling Menghargai

Bang OSO pun menambahkan, Presiden Soeharto juga menggunakan bahasa Indonesia setiap kunjungan ke luar negeri. “Dengan posisi seperti itu, Beliau tidak pernah ditolak dimana-mana. Diplomasi berjalan dengan baik dan sukses.” tutupnya. (net)

H. Hendri Zainuddin, Ketua KONI Sumsel

About Oyong Hairudin

Oyong Hairudin
Kontributor InilahSumsel.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *