Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan
Muba Maju Berjaya
Gubernur Sumsel, Herman Deru, didampingi Pj. Bupati Kabupaten PALI, H. Rosidin Hasan, turut meresmikan unit kegiatan seni santri Ponpes Terpadu La Tansa Mustika, Kabupaten PALI, Minggu (28/3/2021) Siang. (foto : Humas Pemprov Sumsel)
Gubernur Sumsel, Herman Deru, didampingi Pj. Bupati Kabupaten PALI, H. Rosidin Hasan, turut meresmikan unit kegiatan seni santri Ponpes Terpadu La Tansa Mustika, Kabupaten PALI, Minggu (28/3/2021) Siang. (foto : Humas Pemprov Sumsel)

Herman Deru Dorong Setiap Ponpes di Sumsel Miliki Minimal satu bidang Unit usaha unggulan

Gubernur Sumsel, Herman Deru, didampingi Pj. Bupati Kabupaten PALI, H. Rosidin Hasan, turut meresmikan unit kegiatan seni santri Ponpes Terpadu La Tansa Mustika, Kabupaten PALI, Minggu (28/3/2021) Siang. (foto : Humas Pemprov Sumsel)
Gubernur Sumsel, Herman Deru, didampingi Pj. Bupati Kabupaten PALI, H. Rosidin Hasan, turut meresmikan unit kegiatan seni santri Ponpes Terpadu La Tansa Mustika, Kabupaten PALI, Minggu (28/3/2021) Siang. (foto : Humas Pemprov Sumsel)

InilahSumsel.com, Penukal Abab Lematang Ilir — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, mendorong Pondok Pesantren (Ponpes) di Sumsel untuk dapat memiliki minimal satu bidang usaha unggulan.

Dijelaskankannya, bidang usaha unggulan tersebut bertujuan untuk kemandirian Ponpes di Sumsel agar bisa mengembangkan diri menjadi lebih baik.

“Walaupun baru tiga tahun berdiri, Ponpes Terpadu La Tansa Mustika sudah melakukannya, dan telah memiliki bidang usaha jahit dan kaligrafi.” ungkap Herman Deru, usai menghadiri wisuda Tahfidz Angkatan ke 3 dan Tabligh Akbar dalam rangka menyambut Ramadan 1442 H Ponpes Terpadu La Tansa Mustika, Kabupaten Penukal Abab Lemarang Ilir (PALI), hari Minggu tanggal 28 Maret 2021.

Untuk memulainya, ungkap Herman Deru, Ponpes harus memiliki bidang khusus yang diunggulkan terlebih dahulu. Setelah berkembang, baru bisa merambah ke bidang lainnya.

“Kita ingin Ponpes ini jadi penyeimbang antara dunia dan akhirat. Keahlian ilmu dunia tidak akan berguna tanpa diiringi dengan akhlak yang baik.” tegasnya.

Baca Juga  Herman Deru Gelontorkan Rp 84,5 Miliar Dana untuk 3.411 Desa/Kelurahan se Sumsel

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Sumsel ini juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk melakukan pemerataan rumah tahfidz di daerah masing-masing.

Dijelaskan Herman Deru, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel telah memulai Program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz yang tersebar di 17 kabupaten dan kota.

‘Program satu desa satu rumah tahfidz targetnya 3.500. Dalam dua tahun, ini sudah tercapai. Tinggal pemerataannya saja, Pemerintah Daerah (Pemda) kita dorong memiliki program pemerataan ini.” ungkapnya.

Sementara Pimpinan Ponpes La Tansa Mustika, Yaya Suryana, mengatakan, tepat 16 September mendatang, Ponpes yang dipimpinnya ini berumur 3 tahun.

Saat ini, ungkapnya, Ponpes Terpadu La Tansa memiliki 300 santri yang berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Lubuklinggau, hingga Lampung.

Baca Juga  Awal November, Pemprov Sumsel Rekrut 1.000 Pegawai

“Hari ini ada 149 satri mengikuti wisuda tahfidz. Baru belajar dua tahun saja, satri sudah mampu menghafal 1-8 juz.” ucapnya.

Dijelaskankannya, dengan biaya mondok yang relatif murah, selain belajar agama, santri juga belajar soft skill lainnya melalui usaha amal, seperti bidang menjahit dan kaligrafi.

“Ke depan, kita lagi buka lahan pengembangan perkebunan sayur, cabe, dan peternakan seluas 3 hektare. Usaha amal inilah yang menjadikan ponpes kita mandiri dan biaya pendidikannya murah.” tegasnya. (*)