Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan
Muba Maju Berjaya
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, bersama Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Budi Setiyadi,.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, bersama Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Budi Setiyadi,.

Kementerian Perhubungan Puji Jalan di Sumsel Mulus

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, bersama Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Budi Setiyadi. (Foto : Humas Pemprov Sumsel)
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, bersama Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Budi Setiyadi. (Foto : Humas Pemprov Sumsel)

InilahSumsel.com, Palembang — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, mendukung penuh pelaksanaan normalisasi kendaraan menuju Zero Over Dimension Overload (ODOL) Tahun 2023 dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

ODOL adalah sebuah kendaraan berat yang memiliki dimensi dan muatan yang berlebih ketika melakukan pengangkutan barang logistik hingga ke tujuan tertentu.

Dukungan tersebut  dibuktikan secara  simbolis dengan pemotongan kelebihan panjang dan tinggi Dump Truck Muatan Batubara bersama Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Budi Setiyadi, bertempat di Halaman Griya Agung Palembang, hari Sabtu tanggal 27 Februari 2021.

Tidak hanya itu, bukti dukungan Herman Deru ditunjukan dengan menandatangani Deklarasi yang diikuti oleh para Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten dan Kota se Sumsel serta para kepala Asosiasi Penyedia Jasa Angkutan Truk, temasuk pihak kepolisian.

Dalam sambutannya, Herman Deru mengcapkan terima kasih kepada Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang telah menginisiasi Deklarasi ODOL ini. Hal ini, lanjutnya, membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel serta Kabupaten dan Kota se Sumsel.

“Jadi atas inisiasi ini, Pak Dirjen yang telah membantu kita. Bukan kita yag membantu mereka. Sehingga dengan adanya ini, membuat kita semakin bersemangat untuk menyelaraskan antara standarisasi kontruksi infrastruktur dengan standarisasi batas angkutan.” katanya.

Menurut sosok yang akrab disapa dengan panggilan Bang HD itu, jika ini sudah berjalan bersamaan, maka diyakini apa yang dibangun selama ini seperti Infrastruktur jalan, akan bisa bertahan lama, termasuk juga jiwa masyarakat pengguna jalan akan terselamatkan.

“Artinya, aksi ini harus kita sambut dengan baik. Bahkan saya akan ajak Bupati/Walikota untuk melaksanakan aksi secara serentak. Maka saya ingin ini ada gerakan secara serentak.” ungkapnya.

Baca Juga  Mawardi Yahya Melayat ke Rumah Duka Korban Perahu Tenggelam

Selain itu, lanjut Bang HD, tindakan seperti ini harus ada penegakan hukum yang jelas dan tidak kalah pentingnya dengan kesadaran hukum bagi para pengusaha angkutan itu sendiri.

“ODOL ini juga penyebab utama kerusakan infrasturktur selama ini. Maka perlu penegakan hukumannya, jelas tapi tidak kalah pentingnya kesadaran hukum bagi para pelaku usaha di bidang transportasi itu sendiri.” katanya.

Selain sudah menunjukan niat baiknya dari para asosiasi usaha angkutan untuk mengurangi dimensinya, Bang HD juga menyarankan kepada Dirjen Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, untuk kelebihan usia, hal ini juga menjadi permasalah, karena dari kelebihan usia ini mengakibatkan rem blong sehingga memakan korban jiwa.

Maka itu, dirinya pun berharap bantuan dari masyarakat, LSM untuk ikut mengawasi ODOL ini. Meski pihak Dinas Perhubungan dan Polisi Lalu Lintas sudah mengawasi, namun itu juga tidak cukup mengingat luasnya wilayah Sumsel.

“Kita butuh juga peran dan dukungan mereka, kita tidak bisa hanya mengawasi dari administrasi. Maka dari niat baik dengan proses uji layak yang benar dari para penguasanya juga penuh kesadaran, karena jalan itu dibangun memakai adalah uang rakyat jangan sampai di rusak oleh ego-ego dari beberapa pihak pengusaha angkutan truck.” tutupnya.

Sebelumnya, Bang HD juga telah mengatasi truck batubara dengan mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 74 tahun 2018 tentang Tata Cara Angkutan Batubara melalui Jalan Umum.

Baca Juga  Herman Deru Launching Aplikasi Belanja Online Sumsel Mall

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Budi Setiyadi, mengatakan, apa yang dilakukan ini sebenernya sudah sejak tahun 2017, dimana Menteri Perhubungan berkeinginan ODOL ini diselesaikan sampai tahun 2023.

“Kendaraan over dimensi ini sangat, banyak maka di tahu 2023 ODOL ini akan diselesaikan. Namun dalam menjalankan tugas, tentu dukungan dan kinerja dari setiap Kepala Dinas Perhubungan Provinsi maupun Kepala Dinas Perhubungan kabupaten dan kota dibantu pihak kepolisian. Pak menteri juga minta kepada saya agar setiap kepala Dishub Provinsi untuk menggerakan dan menjalankan tugas ini sehingga dapat terselesaikan di tahun 2023,” katanya.

Lanjut diam untuk angkutan ODOL ini dengan bak muatan bermacam-macam. Ada yang lebih dari 1,5 meter, ada 2 meter bahkan ada yang lebih 4 meter. Makanya dengan muatan berlebihan itu tentu akan merusak jalan.

Dia mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Gubernur Sumsel. Apalagi menurutnya jalan Provinsi saat ini sejak di bawah kepemimpinan Herman Deru, semua jalan sudah baik.

“Saya yakin dan percaya pak Gubernur mendukung, karena saya lihat sendiri komitmennya untuk membangun infrastruktur apalagi soal jalan di Provinsi saya yakin bagus,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.