Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Keren! Dalam Setahun, Program Inisiasi Herman Deru, Serap 3.500 Ton Beras Petani Sumsel

Gubernur Sumsel, Herman Deru, menerima audiensi Pimpinan Wilayah Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah (Kawil) Sumsel dan Bangka Belitung di Ruang Tamu Gubernur, pada hari Selasa tanggal 12 Januari 2021 terkait persediaan beras di Sumsel. (Foto : Humas Pemprov Sumsel)
Gubernur Sumsel, Herman Deru, menerima audiensi Pimpinan Wilayah Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah (Kawil) Sumsel dan Bangka Belitung di Ruang Tamu Gubernur, pada hari Selasa tanggal 12 Januari 2021 terkait persediaan beras di Sumsel. (Foto : Humas Pemprov Sumsel)

InilahSumsel.com, Palembang — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, menerima audiensi Pimpinan Wilayah Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah (Kawil) Sumsel dan Bangka Belitung di Ruang Tamu Gubernur, pada hari Selasa tanggal 12 Januari 2021.

Dalam kesempatan itu Herman Deru menyampaikan harapannya agar Bulog bisa melakukan cross check ulang proses pendistribusian beras ke Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Honorer di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, karena dirinya tidak ingin beras yang diterima pegawai, tidak sama kualitasnya di tiap-tiap daerah.

“Kemarin sempat ada laporan dari beberapa daerah kalau jenis berasnya agak beda. Tolong ini di cek lagi, pastikan betul kualitas berasnya.” katanya, dikutip dari rilis Pemprov Sumsel yang diterima Inilahsumsel.com.

Sosok yang akrab disapa dengan panggilan Bang HD itu mengungkapkan, program tersebut murni inisiasi dari dirinya dengan tujuan agar beras hasil produksi para petani di Sumsel, dapat terserap maksimal oleh Bulog untuk selanjutnya diberikan kepada jajaran pegawai, sebagai bentuk insentif tambahan.

Baca Juga  Wagub Sumsel : "Pemprov Sumsel Akan Fasilitasi SMSI"

“Tujuan utama program ini adalah bukti bahwa Pemerintah Provinsi berbuat nyata terhadap penyerapan beras yang sudah diproduksi petani Sumsel. Makanya saya minta hindari pasokan beras dari daerah lain, karena dengan cara ini bisa menjadi stimulus bagi petani dan mereka merasa dihargai.” tegas Bang HD sambil menambahkan bahwa Sumsel merupakan daerah pertama yang menjalankan program yang sudah dimulai pada tahun 2019 itu.

Sementara itu, Pimpinanan Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumsel dan Babel, Ali Ahmad Najih Amsari Aan, menjelaskan bahwa kedatangannya dalam rangka melaporkan selain tentang pengadaan beras untuk ASN dan Honorer, juga untuk mempromosikan produk baru Bulog yakni Profivit yang mengandung komponen gizi dan mineral, sehingga dapat meminimalisir stunting di Sumsel.

Baca Juga  Meski Puji Sumsel, Menpora Tetap Minta Jaga Keamanan dan Keyamanan Pelaksanaan Piala Dunia

“Untuk di Sumsel, kita siapkan stok 2.000 ton beras Profivit.” katanya.

Dirinya menambahkan, terkait pengadaan beras bagi ASN dan Honorer, pada tahun 2020 mengalami peningkatan cukup drastis hingga tiga ratus persen. Sehingga beras yang diserap Bulog dari petani di Sumsel semakin banyak, mencapai 3.500 ton.

“Tahun 2019, penyerapan beras untuk program insentif beras yang digulirkan oleh Bapak Gubernur, baru 1.100 ton. Tahun 2020 naik menjadi 3.500 ton atau naik tiga ratus persen, karena ada OPD yang mengajukan penambahan.” jelasnya. (ohs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *