H. Nasrun Umar (HNU), Sekda Sumsel
Dodi Reza, Bupati Kabupaten Musi Banyuasin
Ir. Zulfikar Tanjung bersama Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch Bangun (kiri)
Ir. Zulfikar Tanjung bersama Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch Bangun (kiri)

Ketua SMSI Sumut : “Wartawan Layak Diberi Insentif Meliput Musibah Coronavirus

InilahSumsel.com, Medan — Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Ir. Zulfikar Tanjung, berharap pemerintah dapat memberikan semacam insentif kepada para wartawan dalam meliput musibah Coronavirus (Covid-19) dewasa ini.

“Wartawan juga manusia biasa, bukan superman. Jadi wajar bila dalam bencana Coronavirus ini, wartawan meski tanpa pamrih meliput dan memberitakannya, juga mendapat perhatian khusus dari pemerintah,” ujarnya di Medan, Rabu (25/3).

Sembari memberi apresiasi atas kebijakan Presiden yang telah memberikan perhatian khusus kepada para dokter, tenaga medis, pelaku UKM dan koperasi, Ir. Zulfikar Tanjung yang juga pengurus PWI Sumut ini, berharap wartawan hendaknya juga mendapat perhatian.

“Bagaimana teknis dan legitimasinya agar insentif itu bisa diberikan tanpa mengurangi independensi dan kaidah jurnalistik, pemerintah dapat meminta masukan dari Dewan Pers (DP) yang mempunyai konstituen berkompeten. Tentu DP dapat memikirkannya, karena insentif itu khusus bagi pers dalam negara kondisi bencana,” ujarnya.

Ir. Zulfikar Tanjung yang juga anggota Litbang SMSI Pusat ini mengakui, dalam Standar Perlindungan Wartawan yang ditandatangani sejumlah organisasi pers, perusahaan pers, tokoh pers, serta Dewan Pers, di Jakarta pada tanggal 25 April 2008 yang lalu, hal semacam ini ditekankan menjadi tanggung jawab perusahaan pers.

“Dalam SOP itu jelas, wartawan melaksanakan tugas khusus seperti di wilayah berbahaya dan atau konflik, wajib dilengkapi peralatan keselamatan, asuransi, serta pengetahuan. Namun kita tidak usah la berpura-pura, sebagian besar perusahaan pers hanya bisa memenuhi dengan apa adanya. Untuk itu, pemerintah masih perlu ikut membantu semacam insentif,” tuturnya.

Baca Juga  Tokoh Pers Banten Dapat Dukungan Nyalon Walikota Cilegon

Dalam suasana bencana Coronavirus ini, katanya, wartawan memerlukan banyak biaya ekstra seperti untuk masker, hand sanitizer, dan lain-lain, yang dalam waktu tertentu harus diganti dalam tugas relatif 24 jam, membeli pulsa dan paket internet yang banyak karena bekerja lebih banyak tidak di kantor sebab sebagian kantor tutup dan lainnya.

Lagipula, sudah menjadi rahasia umum gaji wartawan sebagian besar masih sangat jauh dari standar kebutuhan minimum, meskipun wartawan selama ini paling “ribut” kalau upah buruh di bawah UMR.

“Ini realita. Selama ini ekonomi keluarga wartawan banyak ditopang oleh isterinya yang mencari usaha tambahan, misalnya berjualan, bekerja di perusahaan, dan lain-lain. Namun karena social distancing, maka isteri dan keluarga lebih banyak di rumah, sehingga tambahan ekonomi tersendat. Jadi wajar la kalau wartawan diberi insentif,” ujarnya.

Ir. Zulfikar Tanjung yang juga anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Sumut ini mengemukakan, wartawan adalah saksi atas berbagai peristiwa, sesuatu yang jarang dialami oleh orang kebanyakan. Wartawan adalah mata dan telinga bagi pembaca, pendengar, dan pemirsa.

Baca Juga  Hadiri Pelantikan Pengurus SMSI, H. Juarsah Ajak Tingkatkan Sinergi Membangun Muara Enim

“Maka dari itu, khalayak juga harus menyadari bahwa selain berprofesi sebagai jurnalis, wartawan juga manusia. Kemanusiaan adalah salah satu aspek kerja jurnalistik, meski ketika bekerja wartawan berusaha untuk tidak terpengaruh dengan liputan yang dilakukannya,” tuturnya.

Tidak dinafikan, katanya, sebagian perusahaan media sekarang sudah memberikan perhatian terhadap wartawannya, namun masih banyak yang harus dilakukan untuk mencapai tahap ideal. “Wartawan yang tugas ke daerah berbahaya, harus dipastikan bahwa wartawan tersebut memiliki bekal yang cukup secara teknis maupun non-teknis,” ujarnya.

Karena wartawan menjadi saksi atas peristiwa menyedihkan, baik akibat bencana ataupun lainnya, maka wartawan dapat menjadi korban di daerah bencana atau konflik dan mengalami luka emosional.

Inilah bagian dari pekerjaan wartawan, sama halnya dengan risiko yang harus dihadapi oleh tentara, anggota polisi, dan anggota pemadam kebakaran. Karena itu, perusahaan media dan dibantu masyarakat maupun pemerintah, memiliki kewajiban untuk menjaga para wartawannya. (ril)

H. Hendri Zainuddin, Ketua KONI Sumsel

About Redaksi InilahSumsel.com

Redaksi InilahSumsel.com
Jln. TPH Sofyan Kenawas RT. 16 RW. 05 Kel. Gandus Kec. Gandus Kota Palembang. E-mail : redaksiinilahsumsel2018@gmail.com. Facebook : InilahSumsel.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *