Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Maret 2019, Pemerintah Beli Karet Petani

OKU Timur — Dalam Kunjungan Kerja (Kunker) ke Sumatera Selatan (Sumsel), Menteri Perhubungan (Menhub) Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi, didampingi Gubernur Sumsel, Herman Deru, menghadiri acara Istighosah Akbar dan Silaturohim bersama masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur di Pondok Pesantren Nurul Huda, Tanah Merah, Belitang, hari Kamis tanggal 17 Januari 2019.

Dalam acara itu, Menhub mengaku sangat senang dan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, atas sambutan yang begitu luar biasa. Dia mengatakan, masyarakat Kabupaten OKU Timur sangat luar biasa dan kemakmuran dapat terwujud dengan baik, meskipun kabupaten tersebut tidak memiliki Sumber Daya Alam (SDA) minyak.

“Bapak dan Ibu adalah orang-orang yang produktif dan luar biasa dalam menjalankan kegiatan dengan baik. Oleh karena itu, apa yang dilakukan hingga saat ini, harus diteruskan.” pinta Budi Karya Sumadi.

Dia mengungkapkan, pemerintah saat ini memberikan perhatian yang sangat khusus kepada pemecahan permasalahan yang ada di Sumsel saat ini, yakni harga karet yang begitu murah. Terkait dengan permasalahan itu, masih kata Budi Karya Sumadi, pemerintah telah mengambil langkah dan sudah memutuskan untuk melakukan pembelian karet petani, pada bulan Maret 2019.

Baca Juga  Melayat Rois Syuriah PWNU Sumsel KH. Dimyathi Dahlan, Herman Deru Merasa Kehilangan

“Jadi, karet hasil produksi masyarakat, akan dibeli oleh pemerintah.” katanya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Gubernur Sumsel mengaku tidak kalah senang, bisa bersilaturohim dengan masyarakat OKU Timur. “Saya sedang datang kesini. Saya juga kangen dengan masyarakat. Saya datang kesini, juga membawa para pejabat Pemprov Sumsel yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat. Mulai dari masalah jalan, hingga pertanian.” ucap Herman Deru, Gubernur Sumsel.

Herman Deru menambahkan, Kunker dirinya bersama Menhub saat ini, bertujuan untuk melihat secara langsung dan mengecek harga karet yang murah di Sumsel.

“Bapak Menteri diutus oleh Presiden, untuk mengecek harga karet yang murah. Mudah-mudahan, di bulan februari atau maret tahun ini, sudah ada solusinya. Bapak Presiden memerintahkan salah satu kementerian untuk membeli karet itu secara langsung.” tuturnya.

Selain itu, masih kata Herman Deru, Pemprov Sumsel juga sudah mengambil langkah dalam mengatasi permasalahan harga karet yang murah, dengan membangun Pabrik Ban.

Baca Juga  Warga Sambut Antusias PPP Dukung Enos-Yudha di Pilkada Oku Timur

“Kalau Pemprov Sumsel, kita tetap segera membangun pabrik ban. Jadi, jika pabrik ban sudah dibangun, saya tidak mau kalau ban yang dipakai merek lain lagi, karena yang dibuat itu berasal dari karet kita. Jadi, kita yang punya karetnya, kita yang produksi, lalu kita yang memakainya. Itu salah satu solusi yang kita perbuat.” ujar Bang HD, sapaan akrab Herman Deru.

Mengenai perkembangan Pondok Pesantren Nurul Huda, Bang HD menilai sudah begitu maju. Artinya, keinginan masyarakat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang tinggi, mudah-mudahan bisa berdampak kepada Indeks Pembangunan Manusia yang semakin baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *