Sumsel Maju Untuk Semua
Forkompinda Kabupaten Musi Banyuasin
Forkompinda Kabupaten Musi Banyuasin

Muba Siapkan 500 Milyar Untuk Penanganan Covid 19 dan Persiapan Jaring Pengaman Sosial

InilahSumsel.com, Muba — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) memilih kebijakan memperketat penjagaan dan pemeriksaan lalu lintas orang di pintu-pintu masuk wilayah, guna mencegah penularan Virus Corona di Bumi Serasan Sekate.

“Hari ini, kita gelar pasukan di Polres Muba untuk memastikan kesiapan petugas dalam melakukan penjagaan dan pengamanan. Kita lakukan pembatasan pergerakan pintu masuk ke Muba. Ada 5 titik yang hari ini kita lakukan pengetatan bekerjasama dengan pihak kepolisian,” ujar Bupati Muba, Dodi Reza, Selasa (31/3/2020).

Ke lima titik pintu masuk itu yakni pintu masuk perbatasan Kabupaten Muba di Kecamatan Bayung Lencir dengan Provinsi Jambi, Kabupaten Muba di Kecamatan Lais dan Babat Supat dengan Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Muba di Kecamatan Sanga Desa dengan Kabupaten Musi Rawas, dan Kabupaten Muba di Kecamatan Sungai Keruh dengan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

“Jadi, apabila ada suspect dari luar yang akan masuk ke Muba, terpaksa wajib mengikuti Protokol Kesehatan dan wajib melakukan isolasi selama 14 hari, Khusus untuk pintu masuk di Jambi dan Pintu Masuk lainya bagi pendatang yang lewat dan terindikasi suspect, kita lakukan rapid test dan kita ada rumah isolasi di Bayung Lencir dan RS. Sungai Lilin.” tegas Dodi Reza.

Baca Juga  DPW APSI Sumsel Apresiasi Program Keagamaan di Muba

Dodi Reza mengambil langkah bijak ini, lantaran Kabupaten Muba berada di tengah dan menjadi daerah lintas sejumlah kabupaten dan kota serta provinsi di Sumatera. Dia memilih perketatan pintu masuk ketimbang lockdown, yang berarti masyarakat sama sekali tidak diperbolehkan beraktivitas di luar rumah.

“Kalau saat ini, lockdown belum kita lakukan. Kami hanya menghimbau masyarakat agar meminimalisir kegiatan keluar rumah, lebih baik bekerja dari rumah. Semua ini kita lakukan dengan tujuan meminimalisir virus masuk ke Muba karena kita berada di tengah-tengah dan menjadi tempat transit. Jadi, pengetatan perbatasan dan apabila terdapat yang terindikasi, harus kita persiapkan penanganannya berdasarkan protokol kesehatan.” ungkapnya.

Kendati memperketat penjagaan di pintu masuk, orang nomor satu di Bumi Serasan Sekate ini memastikan, kebutuhan logistik masyarakat Muba tetap terpenuhi.

“Barang-barang kebutuhan pokok, kita perbolehkan masuk atau melintas. Sebab yang kita periksa itukan orangnya. Kita jamin pasokan untuk Muba aman, termasuk saat Ramadhan dan lebaran nanti,” tegas dia.

Baca Juga  Hidupkan Pariwisata, Pemkab Muba Dorong Pengembangan Tanjung Manau Kuning dan Waterboom Gunung Sari

Selanjutnya, untuk pengaman jaringan sosial bagi pekerja harian, warga kurang mampu, dan kebutuhan kedepan bagi warga Muba dalam Percepatan penanganan covid 19, saat ini Tim TAPD menyisir 30 persen dari anggaran APBD MUBA 2020 dan dipastikan terkumpul 500 milyar untuk penangan covid 19, termasuk jaringan pengaman sosial selama bencana ini

Kapolres Muba, AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, mengatakan, pihaknya bersama Kodim 0401/Muba terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya virus Corona dan langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat secara mandiri. Termasuk sosialisasi Maklumat Kapolri No. Mak/2/III/2020. Diantaranya, masyarakat diminta untuk tidak mengadakan kegiatan sosial yang melibatkan orang atau massa dalam jumlah besar. Baik ditempat umum maupun di lingkungan sendiri.

Cucian Motor Bekisar Merah

About Redaksi InilahSumsel.com

Redaksi InilahSumsel.com
Jln. TPH Sofyan Kenawas RT. 16 RW. 05 Kel. Gandus Kec. Gandus Kota Palembang. E-mail : redaksiinilahsumsel2018@gmail.com. Facebook : InilahSumsel.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *