H. Nasrun Umar (HNU), Sekda Sumsel
Dodi Reza, Bupati Kabupaten Musi Banyuasin
Ketua Dewan Kehormatan Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Banyuasin, Novarizal
Ketua Dewan Kehormatan Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Banyuasin, Novarizal

Novarizal Sesalkan Polemik Antara HIPMI Banyuasin dan HIPMI Sumsel

InilahSumsel.com, Banyuasin — Ketua Dewan Kehormatan Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Banyuasin, Novarizal, menyayangkan jawaban yang dikeluarkan oleh tim caretaker Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Sumatera Selatan (Sumsel) atas polemik pergantian ketua umum terpilih BPC HIPMI Kabupaten Banyuasin, Periadi.

Dirinya menilai, pernyataan yang dikeluarkan oleh Kemas Alfarizi Arsyad sebagai ketua tim caretaker BPD HIPMI Sumsel yang mengatakan bahwa Periadi tidak mempunyai Kartu Tanda Anggota (KTA) HIPMI dan tidak adanya penyerahan bendera Pataka HIPMI dari ketua yang lama kepada pimpinan, menunjukkan adanya unsur pemaksaan dari tim caretaker untuk mengangkangi AD ART HIPMI.

“Di BPC HIPMI Banyuasin, sudah ada hasil Musayawarah Cabang yang jelas dan sesuai AD ART. Kok karena tidak ada penyerahan Pataka dari ketua lama, Musyawarah Cabangnya bisa dianulir dan dianggap batal.” tanya Novarizal, pada hari Jum’at tanggal 20 November 2020.

Baca Juga  Dorong Peningkatan Kesejahteraan, Herman Deru Bantu Petani di Banyuasin

Menurut dirinya, hal yang sangat lucu jika penyerahan Pataka dijadikan sebagai salah satu dasar untuk melakukan Musyawarah Cabang (Muscab) ulang. “Kalau Ketua BPC HIPMI yang lama tidak mau datang, apakah tetap salah Muscab tanpa penyerahan Pataka.” tanyanya lagi.

Dijelaskan Novarizal, selama sepuluh tahun bernaung di HIPMI, baru pertama kali mendengar alasan caretaker HIPMI yang tidak sesuai aturan. “Pasal mana di dalam aturan HIPMI yang mewajibkan penyerahan Pataka HIPMI sebagai syarat sah atau tidaknya Muscab HIPMI. Apalagi ketua yang lama sudah di caretaker.” tegasnya.

Dia menambahkan, penyerahan Pataka itu hanya bagian dari tata tertib Muscab HIPMI. “Belum lagi alasan yang membolehkan orang luar kabupaten atau kota BPC HIPMI tersebut. ini berarti HIPMI tidak berhasil menghadirkan kader di daerah masing-masing. Terus terang, saya sangat kecewa dan sedih melihat kejadian ini di tubuh HIPMI.” ungkap Novarizal sembari meminta agar tidak ada lagi unsur politis di dalam tubuh HIPMI agar bisa lebih maju. (ril SMSI)

H. Hendri Zainuddin, Ketua KONI Sumsel

About Redaksi InilahSumsel.com

Redaksi InilahSumsel.com
Jln. TPH Sofyan Kenawas RT. 16 RW. 05 Kel. Gandus Kec. Gandus Kota Palembang. E-mail : redaksiinilahsumsel2018@gmail.com. Facebook : InilahSumsel.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *