Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan
Muba Maju Berjaya

Pabrik Aspal Karet Muba Beroperasi, Ini Untungnya Bagi Sumsel

InilahSumsel.com, Musi Banyuasin — Bupati Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Dodi Reza, sangat berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama yang berprofesi sebagai petani karet. Berbagai cara dilakukan agar karet yang dihasilkan oleh petani, mampu diserap oleh pasar sehingga memberikan nilai tambah bagi mereka.

Selain itu, berdasarkan Surat Edaran dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Dodi Reza mengeluarkan program aspal karet yang berasal dari lateks pekat hasil proses pemisahan partikel cair dan padat yang menggunakan bahan baku bokar. Guna menunjang program tersebut, pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan, diantaranya yakni pemenuhan mesin sentrifuge dan pelatihan bagi petani yang tergabung di UPPB (Unit Pengolahan Pemasaran Bokar).

“Surat Edaran dari Mendagri dengan nomor 602/2161/BJ tentang Pemanfaatan Aspal Karet untuk Pembangunan Jalan Daerah, sudah ada. Kita sedang menggodok regulasi khusus untuk Muba. Intinya, selain memberikan manfaat bagi Muba, produksi karet Muba juga memberikan manfaat bagi seluruh warga Sumsel. Jalan bisa lebih awet dan petani karet sejahtera.” ujar Dodi Reza, pada hari Minggu tanggal 25 Oktober 2020 saat peninjauan Workshop PUPR Muba.

Dia mengungkapkan, pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan Puslit Karet Bogor dan PT. Jaya Trade guna membangun pabrik karet menghasilkan aspal karet 2-3 ton per hari dan mampu menyerap 20 ribu ton lebih lateks pekan produksi petani Muba. Pabrik itu berada di Sekayu dan mampu menampung lateks sekitar 4-5 ton latek per hari yang berasal dari UPPB di Muba. Kini, total lateks pekat dari UPPB Cipta Praja mencapai 3 ton lebih dan siap dijadikan campuran aspal karet.

Baca Juga  Perbaikan Drainase Penyebab Kantor BPN Banjir, Akan Mulai Dikerjakan Usai Idul Fitri

“Nah, agar serapan lebih besar, kita juga susun persyaratan lelang pekerjaan jalan di Muba yang berbasis aspal karet. Saat ini, kita sudah koordinasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah agar dimasukkan ke dalam E-Katalog.” jelas Dodi Reza.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Muba menerangkan, pihaknya tidak hanya mendapatkan keuntungan dari kerja sama tersebut, melainkan juga akan berdiri sendiri sebagai pemain utama. “Kita kedepan akan mengadakan alih teknologi soal ini, sehingga Muba tidak hanya mendapatkan keuntungan bagi hasil pengelolaannya saja, melainkan akan berdiri sebagai pemain utama. BUMD Muba kita dorong ambil peran ini.” terang Apriyadi, Sekda Muba.

Baca Juga  Pemkab Muba Apresiasi Keberhasilan Jajaran Polres Muba Ungkap Kasus Narkotika

Kepala BAPPEDA Muba, Iskandar, menyebutkan bahwa persyaratan dan regulasi sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Mendagri tersebut sudah diperkuat dengan Keputusan Bupati Muba tentang Pembentukan Kelembagaan Petani Karet melalui UPPB. “Mekanisme pembelian aspal karet melalui unit pengolahan aspal karet yang terdiri dari berbagai pihak yakni pihak Jaya Trade, Puslit Karet, PUPR, dan Disbun.” jelasnya.

Sedangkan Plt. Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Muba menerangkan, pihaknya sudah memberikan bantuan kepada petani untuk memproduksi latek pekat. “Sudah ada satu bantuan Bupati untuk UPPB dan berhasil menjadi pemasok lateks pekat pabrik aspal karet Muba. Tahun depan, kita serahkan lagi dua mesin sentrifuge dengan penyebaran di dua titik yang strategis di Muba.” jelas Akhmad Toyibir, S.S.T.P., M.M., Plt Kadisbun Muba. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *