Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan
Muba Maju Berjaya

Peduli Pengguna Jalan, Herman Deru Keluarkan Surat Edaran Larang Permintaan Sumbangan Di Jalan Raya

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, melakukan Safari Jum'at di Masjid Husnul Khotimah, Sukawinatan, pada hari Jum'at tanggal 15 Januari 2021 dan menyampaikan bahwa dirinya sudah menandatangani surat edaran berisi larangan meminta sumbangan di jalan raya atau jalan umum. (Foto : Humas Pemprov Sumsel)
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, melakukan Safari Jum’at di Masjid Husnul Khotimah, Sukawinatan, pada hari Jum’at tanggal 15 Januari 2021 dan menyampaikan bahwa dirinya sudah menandatangani surat edaran berisi larangan meminta sumbangan di jalan raya atau jalan umum. (Foto : Humas Pemprov Sumsel)

InilahSumsel.com, Palembang — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, secara resmi melarang masyarakat untuk melakukan permintaan sumbangan dan pungunan di jalan umum atau jalan raya, pada hari Jum’at tanggal 15 Januari 2021. Pelarangan tersebut tertuang di dalam Surat Edaran (SE) nomor 338/0075/B.Kesra.2021 Tentang Pelarangan Permintaan Sumbangan Pungutan di Jalan Umum yang ditandatangani pada hari Kamis tanggal 14 Januari 2021.

Herman Deru mengatakan, Surat Edaran tersebut ditandatanganinya dengan harapan tidak ada lagi masyarakat yang meminta sumbangan untuk pembangunan rumah ibadah atau aktifitas lainnya di jalan raya, karena berpotensi membahayakan pengguna jalan.

“Saya sudah tandatangani hari Kamis kemarin dan mulai berlaku hari ini. Kenapa ini saya larang? pertama dikhawatirkan akan mengganggu pengguna jalan. Saat ada kegiatan meminta sumbangan di pinggir jalan, secara otomatis ruas jalan akan menyempit dan mengganggu pengguna jalan lainnya serta menjadikan jalan di titik tersebut lebih cepat rusak.” katanya saat melaksanakan Safari Jum’at di Masjid Husnul Khotimah, Sukawinatan, pada hari Jum’at tanggal 15 Januari 2021.

Baca Juga  Gubernur Sumsel Buka Mandiri Property Expo 2018, Pengajuan KPR Secepat Membuat Kopi

Kemudian menurut sosok yang menjadi pelopor Program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz itu, kegiatan meminta sumbangan pembangunan masjid atau rumah ibadah di pinggir jalan, merupakan kegiatan yang mencoreng marwah agama Islam, apalagi Sumsel merupakan daerah yang sebagian besar warganya menganut atau beragama Islam.

“Ketiga, akan menimbulkan fitnah. Baik fitnah bagi petugas yang meminta di pinggir jalan, maupun fitnah yang menyasar kepada pengurus masjid, atas dugaan penyelewengan maupun lain sebagainya. Kita sebagai umat Muslim ini, selalu diajarkan untuk menjaga ukhuwah Islamiyah, kegiatan meminta sumbangan di pinggir jalan ini, tentu mengganggu pengguna jalan. Bisa saja yang lewat bukan orang Muslim, dan mereka merasa terganggu.” ucap Herman Deru.

Bang HD, sapaan akrab Herman Deru, mengajak masyarakat untuk melakukan upaya meminta sumbangan dengan lebih baik atau lebih elegan dengan cara menggalakkan swadaya masyarakat dan meminta bantuan kepada para pejabat setempat. “Safari Jum’at yang telah lakukan sejak 2015 ini, sebagai upaya meningkatkan marwah Islam di Sumsel. Sehingga dengan adanya safari Jum’at ini, masyarakat terbantu dalam proses pelebaran dan pembangunan.” katanya.

Baca Juga  Gubernur Sumsel Minta Bank Sumsel Babel Lebih Berani Bersaing

Dengan adanya Surat Edaran tersebut, Bang HD pun berharap, Wali Kota dan Bupati serta Kementerian Agama Kabupaten dan Kota di Sumsel, bisa meredam kegiatan-kegiatan meminta sumbangan di pinggir jalan. “Instruksi ini kita lakukan dengan harapan tidak ada lagi masyarakat yang meminta sumbangan di pinggir jalan di wilayah Sumsel.” tegasnya. (ohs/ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *