Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan
Muba Maju Berjaya
Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Muba Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H. Yudi Herzandi, S.H., M.H.
Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Muba Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H. Yudi Herzandi, S.H., M.H.

Penerapan PPKM di Muba Tidak Terasa Rumit

 

Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Muba Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H. Yudi Herzandi, S.H., M.H.
Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Muba Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H. Yudi Herzandi, S.H., M.H.

InilahSumsel.com, SEKAYU — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan dan Pengendalian Penyebaran Covid-19 di tingkat Desa dan Kelurahan di wilayah Muba, pada hari Selasa tanggal 13 April 2021 di Aula H. Alex Noerdin Polres Muba.

Dalam rapat tersebut, Dodi Reza sebagai Bupati Muba melalui Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Muba Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H. Yudi Herzandi, S.H., M.H., mengatakan, saat ini Covid-19 telah berjalan cukup lama di tengah-tengah kehidupan. Berbagai upaya juga sudah dilakukan, diantaranya Pemkab Muba pernah mengeluarkan dana sebesar 500 Miliar dalam penanganan virus tersebut dan diapresiasi oleh berbagai pihak.

“Untuk menerapkan PPKM berbasis mikro dan mengoptimalkan poskok penanganan dan pengendalian penyebaran Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan, seharusnya bukan menjadi hal yang rumit atau susah, selagi dapat bersinergi dan bekerja sama dengan baik. Penerapan PPKM Mikro ini juga dapat disesuaikan dengan data perkembangan kasus untuk menekan kasus positif.” ungkapnya.

Lanjut H. Yudi Herzandi, S.H., M.H., tujuan tama PPKM Mikro adalah untuk menekan lonjakan kasus positif Covid-19. Selain itu, dapat membantu upaya pemulihan ekonomi nasional dan pengendaliannya dimulai dari titik tekan pada level terkecil yaitu RT dan RW yang ada di Desa atau Kelurahan. “Diharapan, setelah rapat ini, para camat agar segera menginstruksikan kepada lurah dan kades untuk perlahan dapat menerapkan PPKM di tempatnya, jangan dianggap sepele.” tegasnya.

Baca Juga  Kesejahteraan Guru Honor Muba Sudah Terjamin

Sementara itu, Wakapolres Muba yakni Irwan Andita, S.I.K., menyampaikan, penerapan PPKM Mikro dilaksanakan oleh Pos Jaga Desa atau Kelurahan yang berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 di tingkat kecamatan, kabupaten atau kota, dan provinsi, serta berkoordinasi dengan TNI dan Polri. Pemerintah akan melakukan evaluasi dan monitoring.

Dalam menetapkan zonasi resiko di tingkat mikro, digunakan indikator penerapan PPKM Mikro di tingkat RT dengan kriteria dan Skenario Pengendalian. Misalnya, pada zona hijau terus dilakukan pemantauan secara berkala. Zona kuning lakukan isolasi mandiri terhadap pasien positif dan kontak erat dengan pengawasan yang ketat. Zona orange lakukan juga pengawasan yang ketat rumah ibadah, tempat bermain anak, tempat umum ditutup kecuali sektor esensial. Jika di suatu tempat sudah memasuki zona merah, maka keluar masuk wilayah akan di batasi maksimal pukul 20.00 WIB dan kegiatan masyarakat tidak dilakukan.

Baca Juga  397 Pasang Warga Muba Sudah Ikuti Itsbat Nikah Terpadu

“Nantinya juga akan dilakukan pendirian posko di desa-desa yang masuk kategori kuning, orange, dan merah, untuk yang berada pada zona hijau tetap gencar melakukan sosialisasi. Adapun dana yang digunakan untuk keperluan tersebut sudah ditetapkan pada Dana Desa/Kelurahan.” ujarnya.

Pasi Ops Kodim 0401/Muba, Kapten Arm Marwan, menegaskan, penerapan PPKM Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan dan Pengendalian Penyebaran COVID -19 di Tingkat Desa dan Kelurahan di Wilayah Muba harus segera dilaksanakan. Karena hal ini untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan serta pemulihan ekonomi masyarakat. “Untuk itu diharapkan kerjasamanya. Dengan terus melakukan penekanan terhadap penyebaran COVID-19. Mari kita semua turun untuk berperan aktif memutuskan mata rantainya. Kalau bukan kita siapa lagi yang peduli.” pungkasnya. (*/ohs)