Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan
Muba Maju Berjaya
Askolani dan Slamet, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Banyuasin (foto : inilahsumsel.com/apb)
Askolani dan Slamet, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Banyuasin (foto : inilahsumsel.com/apb)

Refleksi Tiga Tahun Askolani dan Slamet Pimpin Banyuasin : Fokus Bangun Pertanian, Lampaui Kabupaten Lain

InilahSumsel.com, BANYUASIN — Hari ini, genap tiga tahun Askolani Jasi bersama Slamet Soemosentono memimpin Kabupaten Banyuasin sebagai Bupati dan Wakil Bupati.. Selama 3 tahun memimpin Banyuasin, banyak keberhasilan dan prestasi yang ditorehkan. Bahkan, banyak kalangan menilai saat ini Kabupaten Banyuasin lebih maju melampaui Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang merupakan kabupaten induk.

Pengamat Kebijakan Publik di Sumatera Selatan (Sumsel), Arief Dalhar, mengatakan, salah satu penyebab keberhasilan Banyuasin adalah lantaran Askolani sangat fokus membangun dan mengembangkan potensi kabupaten Banyuasin, yaitu bidang Pertanian dan Perkebunan.

“3 Tahun memimpin Banyuasin, Pak Askolani sangat fokus membangun bidang pertanian, mulai dari hulu sampai hilirnya. Ini yang membuat Banyuasin cepat sekali maju dan berkembang,.” jelas Arief Dalhar, dalam Diskusi Online membedah 3 Tahun Kepemimpinan Bupati Banyuasin Askolani Jasi yang digelar Forum Pembangunan Banyuasin, di Palembang, pada hari Minggu tanggal 19 September 2021.

Menurut Arief, sapaan akrab Arief Dalhar, seorang kepala daerah memang harus memahami potensi utama sebuah daerah yang dipimpinnya. Sehingga kebijakan atau program-program pembangunan yang dilaksanakan, dapat fokus dan totalitas.

“Kami melihat selama 3 tahun ini, Pak Askolani sangat totalitas membangun bidang pertanian. Infrastuktur pertanian seperti jalan dan irigasi, dibangun secara masif, demikian juga soal bibit, dan pupuk, sampai terjun langsung memberikan semangat serta motivasi kepada para petani.” jelasnya.

Baca Juga  Dorong Peningkatan Kesejahteraan, Herman Deru Bantu Petani di Banyuasin

Dia mengatakan, salah satu kunci keberhasilan Askolani memimpin Banyuasin adalah lebih banyak langsung turun ke lapangan, ketimbang berada di kantor dan hanya mendengarkan laporan para stafnya. Askolani lebih memilih bertemu langsung dengan masyarakat, terutama kalangan petani. Sehingga dia bisa mendengarkan langsung aspirasi, harapan, dan keluhan masyarakat.

“Gaya Askolani ini, mirip dengan gaya kepimpinan Herman Deru memimpin OKU Timur dan saat ini menjadi gubernur.” ujar Arief.

Peserta diskusi lainnya, Diaz Juniansyah, menyebutkan, sejumlah indikator makro menunjukkan bahwa saat ini Banyuasin sudah bisa dikatakan lebih maju meninggalkan kabupaten induknya, yaitu Kabupaten Muba. Indikator itu antara lain tingkat pertumbuhan ekonomi Banyuasin, lebih tinggi dari Muba. Tingkat kemiskinan Banyuasin sebesar 11,2 persen, jauh lebih rendah dari tingkat kemiskinan Muba yang mencapai 15,6 %. Padahal APBD Banyuasin lebih kecil yaitu hanya Rp 2,1 T dibanding Muba yang APBD nya mencapai Rp 4 T.

Selain itu, rasio kelistrikan Banyuasin jauh lebih baik dari Muba. Dimana persoalan layanan listrik di Banyuasin sudah tidak ada permasalahan lagi, sementara di Muba setidaknya masih ada 4 kecamatan yang mengalami krisis layanan listrik ke rumah rumah warga. “Ini artinya Banyuasin lebih baik dari Muba dalam pengelolaan potensi daerah dan program kesejahteraan masyarakat.” beber Diaz yang mewakili Ikatan Pemuda dan Mahasiswa Banyuasin ini.

Baca Juga  Herman Deru Titip Pesan Jaga Citra POLRI Sekuat Tenaga

Diskusi online yang diikuti ratusan peserta tersebut, menyoroti kemajuan pembangunan Banyuasin di bidang pertanian. Dimana Banyuasin sudah sangat maju dan telah menempatkan Kabupaten berjuluk Sedulang Setudung ini sebagai 5 daerah produsen terbesar secara nasional.

“Ini dicapai karena bupati dan jajarannya sangat fokus membangun pertanian yang merupakan potensi besar Banyuasin. Infrastruktur pertanian terus dibangun.” ujar Dede Suryadarma, pengurus KTNA Sumsel yang ikut dalam diskusi itu.

Tokoh masyarakat Banyuasin mengapresiasi keberhasilan Askolani memimpin Banyuasin. Bahkan Herman Ong, memprediksi Banyuasin akan mengalami lompatan kemajuan yang luar biasa jika, Pelabuhan Tanjung Carat dapat segera direalisasikan pembangunannya mulai akhir tahun 2021 ini. “Jika Pelabuhan Tanjung Carat segera dibangun, maka yang paling cepat terkena dampak adalah Kabupaten Banyuasin. Ekonomi Banyuasin akan mengalami lompatan yang luar biasa.” ujarnya. (ril/apb)